TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango menyoroti pencapaian Monitoring Control for Prevention (MCP) Tahun 2020 dibanding 2019 untuk Provinsi Kepulauan Riau mengalami penurunan, yaitu dari total nilai 89  menjadi 75.

Nawawi menyebut dari tujuh kabupaten/kota di daerah itu, tiga daerah mengalami peningkatan MCP di antaranya Batam, Bintan dan Karimun. Sementara Anambas, Natuna, Lingga, dan Tanjungpinang turun.

“Penurunan MCP 2020 dapat dipahami bersama karena dalam kondisi pandemi COVID-19,” kata Nawawi Pamolango usai menggelar rakor program koordinasi, supervisi pencegahan korupsi dengan Gubernur dan Kepala Daerah se Kepri di aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (24/3).

Nawawi optimis seusai wabah pandemi berakhir, semua akan kembali dengan baik lagi sebagaimana pencapaian yang diperoleh pada tahun sebelumnya.

Pihaknya juga mengharapkan kerjasama semua pihak, baik dari Pemerintah daerah, Forkompinda, BPKP, BPN dan peran serta masyarakat dalam mengawal dan mencegah terjadi tindak pidana korupsi yang sangat merugikan negara dan masyarakat.

“KPK tidak mungkin kerja sendiri, kita harus bersinergi bersama. Saya titip tim Direktorat Korsupgah Wilayah I, mohon diterima untuk menjadi mitra kerja bersama,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik program koordinasi maupun supervisi pencegahan korupsi yang diinisiasi oleh KPK. 

Program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 di seluruh Pemda di Indonesia itu sudah terlihat hasilnya, yaitu semakin mudahnya masyarakat menerima pelayanan dan terbukanya pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang merupakan salah satu sumber terbesar terjadinya korupsi di Indonesia.

“Hasil yang diperoleh Pemprov Kepri memang masih jauh dari sempurna. Tapi kita berupaya memperbaiki, terutama perbaikan pada sistem pelayanan birokrasi,” ujarnya.

Ansar berkomitmen meningkatkan program-program pencegahan korupsi pada Pemda se Kepri, karena itu pihaknya sangat berharap bantuan, dukungan, dan pedoman dari Tim Korsupgah KPK dalam membimbing menjalankan program-program anti korupsi.

Lebih lanjut, Politikus Golkar ini menyebut rapat koordinasi bersama KPK menjadi momentum bersama dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan se Kepri.

“Kita harus menyatukan langkah dan semangat yang sama dalam upaya pencegahan korupsi. Kita harus punya keyakinan bersama bahwa korupsi adalah musuh bersama,” katanya menegaskan.

(Mn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here