
BINTAN,SIJORITODAY.com – Program vaksinasi Covid-19 terus dilakukan pemerintah dalam upaya mencapai kekebalan komunal dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19 yang sedang melanda saat ini termasuk di Kabupaten Bintan.
Namun, mereka yang sudah menerima suntikan vaksin tidak lantas diperbolehkan mengabaikan protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak harus tetap menjadi sebuah kebiasaan dimasa pandemi ini.
Banyak yang takut divaksin karena berbagai kabar hoax, sehingga membuat ketakutan bagi masyarakat. Namun, mereka yang paham justru berebut ingin divaksin. Akan tetapi, tidak semua orang bisa divaksin.
Seperti yang terjadi saat program vaksinasi massal di Kecamatan Toapaya. Dari 200 dosis vaksin yang disiapkan, baru 130 dosis yang bisa disuntikkan ke penerimanya. Sedangkan 70 lainnya belum bisa divaksin karena penyakit bawaan.
Kebanyakan para panderita gula darah gagal divaksin, sebab saat dilakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin. Petugas banyak mendapatkan penerima vaksin gula darahnya tinggi.
Burhan, Kepala Puskesmas Toapaya memaparkan, jika mereka yang gagal divaksin tetap bisa menerima vaksin dengan catatan gula darahnya normal. “Ya harus terkontrol dan normal, baru disuntik vaksin,” ujarnya, Senin (24/5).
Untuk yang sudah divaksin, Burhan mengingatkan agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sebab cara yang paling efektif yakni dengan protokol kesehatan.
“Tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Itulah vaksin yang paling efektif dalam upaya pencegahan,” pesannya. (Btn)
Editor : Redaksi









































