TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Pemilik kedai kopi menyambut baik wacana Pemprov Kepulauan Riau untuk membagikan bantuan Rp 20 juta bagi UMKM.

Ardi pemilik kedai kopi Najjah Wa Salam di Batu 8 Atas mengaku menyambut baik wacana itu. Menurutnya, bantuan UMKM itu akan membantu operasional usaha dan membayar gaji karyawan.

Apalagi kata Ardi, bunga bantuan berupa kredit itu ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Kepri.

“Bantuan 20 juta tanpa bunga sangat membantu sekali. Kita akan gunakan untuk renovasi kedai kopi dan membayar gaji karyawan,” katanya, Selasa (10/8/2021).

Ardi meminta agar pemerintah mempermudah kepengurusan administrasi UMKM yang diperlukan untuk pengajuan kredit ke bank Riau Kepri.

“Mungkin lebih dipermudah aja izin kepengurusan,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tanjungpinang Freddy meminta agar bantuan UMKM Rp 20 juta di prioritaskan untuk pelaku usaha kedai kopi dan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Ia menilai, usaha kedai kopi dan PKL paling terdampak dari penerapan PPKM level empat.

“Memang sangat tepat untuk pelaku usaha yang terdampak karena PPKM level empat kemarin,” katanya, Selasa (10/8/2021).

Alumni Universitas Mercu Buana itu menilai, bantuan kredit yang bunganya ditanggung Pemprov Kepri itu akan membantu pelaku usaha untuk mengelola usahanya yang selama PPKM level empat redup.

“Usaha mereka untuk bertahan hidup, daya beli memang sepi, jalan alternatifnya meminjam uang ke bank. Program KUR kan sangat membantu,” ujarnya.

Dikatakan Freddy, penyaluran bantuan UMKM di tengah pandemi Covid-19 dan sulitnya ekonomi rentan diselewengkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, untuk itu ia meminta agar pemerintah mengawasi penyaluran bantuan itu.

“Yang mendapatkan itu memang harus yang tepat sasaran itu,” tutupnya.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here