TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Khazalik mengungkapkan dampak ekonomi nelayan pesisir akibat pandemi COVID-19, usai melakukan reses masa sidang tahun 2021 di pulau-pulau terluar seperti Kabupaten Lingga dan Bintan.
Pria yang duduk di Komisi I itu mengakui bahwa dampak pandemi memang menimbulkan beban bagi hampir semua orang. Tidak hanya mereka yang tinggal di perkotaan, tapi merebak hingga ke kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
Menurutnya Provinsi Kepri dengan wilayah geografis 96 persen laut itu, sebagian warganya berprofesi sebagai nelayan dan menggantungkan hajat hidupnya dari hasil tangkapan laut.
“Namun, nelayan patut beruntung karena mereka tidak terkena PHK. Berbeda dengan para pekerja atau karyawan perusahaan yang di PHK atau dirumahkan imbas COVID-19,” kata Khazalik di Tanjungpinang, Selasa (7/9/2021).
Khazalik menyampaikan selama pandemi nelayan pesisir tetap aktif turun melaut seperti biasanya, hanya saja harga jual komoditi hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan.
Hal itu, lanjut dia, tidak terlepas dari turunnya permintaan pasar di tengah meluasnya wabah COVID-19.
Apalagi di masa-masa awal pandemi, para penampung pun enggan membeli hasil tangkapan nelayan dan sebagian besar memilih berhenti buat sementara waktu karena harga komoditi laut itu terjun bebas.
“COVID-19 memicu rumah makan seafood banyak tutup. Alahasil, penjualan hasil tangkapan nelayan jadi berkurang,” ujarnya.
Politisi NasDem itu pun bersyukur, sebab belakangan ini kasus COVID-19 khususnya di Provinsi Kepri mulai melandai, sehingga sektor bisnis rumah makan/restoran secara bertahap mulai beroperasi kembali.
Dampaknya hasil tangkapan nelayan pesisir mulai terserap untuk kebutuhan usaha rumah makan/restoran.
“Alhamdulillah, rumah makan seperti di Tanjungpinang dan Batam sudah mulai beraktivitas. Namun, di beberapa kawasan resort belum beroperasi seperti biasa, misalnya di Bintan,” ucap Khazalik.
Dia turut mengimbau agar para nelayan kawasan pesisir tetap bisa menata manajemen keuangan rumah tangga agar tetap bisa bertahan hidup menghadapi arus pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir.
“Semoga pandemi cepat berlalu agar warga pada umumnya, khususnya nelayan dapat hidup lebih sejahtera,” demikian Khazalik. (Ak/Mn)







































