TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Menjelang penghujung tahun 2021, pengadaan master plan drainase untuk Pulau Bintan tak kunjung rampung.
Padahal proyek senilai Rp 500 juta itu diproyeksikan akan selesai dalam waktu enam bulan.
Kepala Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan bahwa penyusunan master plan masih dalam tahap pengerjaan.
“Informasi yang saya peroleh bahwasanya penyusunan master plan drainase sedang dalam progres pengerjaan,” katanya, Jum’at (19/11/2021).
Pekerjaan mengalami keterlambatan dalam proses finalisasi pengadaan dikarenakan sumber berasal dari lone luar negri dan dikontrol langsung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV.
“Seharusnya pengerjaanya satu tahun anggaran namun mekanisme pengadaanya sedikit berbeda karna menggunakan lone dari luar negeri”,ucapnya Jum’at (19/11/2021) sore.
Master plan drainase itu untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan tanah longsor saat musim penghujan.
Sebenarnya kata Zulhidayat, masalah banjir di Tanjungpinang sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu khususnya kawasan Kampung Kolam dan Bintan Center.
Zulhidayat Kepala PUPR kota Tanjungpinang menuturkan masalah banjir di tanjungpinang sudah dialami selama puluhan tahun contoh wilayah yang biasa terjadi genangan air adalah kampung kolam dan bintan center.
“Masalah banjir ini sudah menghantui Tanjungpinang selamat bertahun-tahun, malah sudah puluhan tahun,” tuturnya.
Banjir ini disebabkan dimensi saluran drainase yang tidak sesuai dengan debit air, kondisi diperparah dengan sungai-sungai yang mengalami sedimentasi, pembukaaan lahan, dan sampah-sampah yang masuk ke saluran air.
Sebagai antisipasi, Pemko Tanjungpinang sudah membangun kolam retensi di Taman Batu 10 dengan luas 4.800 meter.
Kolam ini diklaim dapat menyalurkan air hujan dari Perumahan Seraya dan Bumi Indah dan mengurangi tinggi genangan yang biasanya 30 cm menjadi 10 cm.
“Biasanya genangan misalkan mencapai 30 centimeter, setelah dibuat terbukti hanya tinggal 10 centimeter,” ucapnya.
Selain itu Pemko juga telah membangun folder air di Jalan Pemuda senilai Rp 16 miliar yang diharapkan dapat mengurangi genangan air secara drastis di Kawasan Pemuda dan sekitarnya.
Pemerintah juga telah menormalisasi drainase di Perumahan Permata Galaxy dan Sungai Carang agar genangan air tidak meluap ke jalan.
Zulhidayat mengaku sangat mengharapkan kerja sama masyarakat dan stakeholder terkait untuk tidak membuang sampah ke jalan dan melakukan gotong royong memperbaiki saluran air di sekitarnya.
“Kita tidak bisa mengatasi banjir sendiri, perlu kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah seperti melakukan Goro dan tidak membuang dampak ke jalan,” pintanya.
(Helen)
Editor: Nuel







































