JAKARTA,SIJORITODAY.com – Pihak Pertamina berupaya menjaga pasokan BBM dan LPG nasional. Menjamin distribusi BBM dan LPG tersebut sampai ke seluruh masyarakat Indonesia.
Hal ini di sampaikan Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman. Ia mengatakan Pertamina terus mencermati kenaikan harga minyak mentah dunia dan dampak-dampak strategisnya.
Serta memastikan keberlanjutan ekosistem energi nasional di tengah tantangan harga minyak mentah dunia yang terus melambung ini.
“Kegiatan operasional Pertamina dari hulu, kilang sampai hilir, tetap berjalan dengan baik. Menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Fajriyah.
Menurutnya, upaya ini maka Pertamina memastikan ekosistem migas nasional juga dapat berjalan baik. Agar terus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan dukungan stakeholder, Pertamina akan terus meningkatkan kinerja. Menghadapi tantangan dinamika energi global dan transisi energi dunia agar menjamin ketahanan dan kemandirian energi nasional. Sangat di perlukan untuk pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19,” tuturnya.
Ia menuturkan, kenaikan harga minyak mentah dunia telah menembus USD 110 per barel per hari ini, Jumat (4/3).
Menyusul konflik Rusia-Ukraina yang semakin memanas. Harga minyak mentah dunia ini adalah yang tertinggi sejak tahun 2014 yang rata-rata mencapai USD 93,17 per barel.
Di sampaikan Presiden Joko Widodo pada Selasa, 1 Maret 2022 mengenai kenaikan harga minyak mentah dunia. Di sebabkan perang antara Rusia dengan Ukraina.
Jokowi menegaskan kenaikan harga minyak ini harus diwaspadai mencegah terjadinya kelangkaan energi.
“Kelangkaan energi. Dulu sebelum perang harganya naik karena kelangkaan. Ditambah perang (harganya) naik lagi. Sekarang harga per barel sudah di atas 100 US Dollar yang sebelumnya hanya 50-60 (dollar AS),” ujar Jokowi. (*)
Editor : Liza
Baca Juga : Harga BBM Kembali Naik













































