PEKANBARU,SIJORITODAY.com- Organisasi Ikatan Mahasiswa Kabupaten Kepualauan Anambas (IMKKA) Pekanbaru dinakhodai Azam Purnama dan wakilnya Riski Nanda. Masa bakti 2022-2024 mendatang.
Melalui Musyarah Besar (Mubes) ke-IV.
Dilaksanakan di Aula Bawaslu Provinsi Riau, Sabtu (12/03/22)
Azam menyampaikan, di bawah kepempimpinannya berupaya membawa perubahan untuk mahasiswa Anambas. Khususnya berada di Pekanbaru.
Menjadi wadah berdiskusi bersama membangun diri. Serta berfikir bersama kembali membangun kampung halaman.
Terkait program-program dilaksanakan, diharapkan mendapat perhatian pemerintah Anambas. Serta dukungan kegiatan dilaksanakan IMKKA-Pekanbaru.
“Kami juga akan menjadikan organisasi mahasiswa kedaerahan yang menumbuhkan nilai kekeluargaan. Kebersamaan serta menjadi wadah silaturahmi bagi mahasiswa/iAnambas yang berada di Pekanabru,” Ucap Azam.
Selain itu, Ketua Umum IMKKA-Pekanbaru Periode 2021-2022, Zucherlandy terpilihnya Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum IMKKA-Pekanbaru yang baru merajutkan estafet kepemimpinan sebelumnya.
Serta bisa membangun komunikasi dengan organisasi apapun yang ada di Pekanbaru. Termasuk organisasi enam daerah lainnya di Kepri. Tujuannya menambah wawasan dan kemampuan.
Pada acara Mubes IMKKA-Pekanbaru ke empat, dihadiri perwakilan enan ikatan kabupaten-kota, satu Ikatan Mahasiswa Provinsi Kepulauan Riau (IMPKR).
Hadir Wakil Ketua Umum, Agus Sepriadi dan Ketua Ikatan Warga kepulauan Riau (IWKR) Indra Lukmana.
Dihadiri Pembina IMKKA Pekanbaru, H Tamar Johan dan pengurus lainnya. Disampaikan agar mahasiswa bisa membangun kampung halamannya.
Ia menyampaikan beberapa hal kepada rekan-rekan mahasiswa. Pertama agar organisasi ini dikelola dengan baik. Melalui ketua terpilih nantinya. Serta membentuk pengurus-pengurus yang mau bekerjasama.
Selain itu, menyusun program kerja jangka pendek yaitu satu tahun dan jangka panjang.
Kedua bisa mengagendakan pulang bersama ke Anambas. Tepanya waktu musim libur mahasiswa nantinya.
Bertujuan menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian di tengah masyarakat. Khususnya di kampung halaman.
Tamar menilai, anak-anak Anambas yang kuliah di Pekanbaru harus bisa berdampak. Melalui disiplin ilmu yang dimiliki. (Hairi)
Editor : Liza












































