
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri, Muhammad Hasbi mengimbau BPBD Kabupaten/Kota siaga banjir dan tanah longsor.
Hasbi menuturkan, BMKG bekerja sama dengan Kementerian PUPR pada Maret 2022 dan Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Februari 2022 telah merilis potensi kemungkinan banjir.
Bersamaan, Badan Geologi pada Maret 2022 dan Kementerian ESDM pada Februari 2022 juga merilis potensi terjadinya pergerakan tanah atau longsor.
“Maka diperlukan upaya pencegahan dalam meminimalisir dampak ancaman banjir dan gerakan tanah,” katanya.
Hasbi pun meminta agar BPBD Kabupaten/Kota menyiapkan langkah antisipasi dengan meningkatkan koordinasi dengan instansi setempat.
BPBD Kabupaten/Kota diminta melakukan monitoring berkala untuk mendapatkan informasi peringatan dini cuaca dan potensi bencana.
Juga meningkatkan sosialisasi, edukasi, dan mitigasi terkait upaya pencegahan banjir dan gerakan tanah melalui media elektronik dan media sosial.
“Bekerja sama dengan lembaga/forum terkait untuk menyebarkan informasi peringatan dini banjir dan pergerakan tanah kepada masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah dengan risiko tinggi,” ujarnya.
Hasbi juga meminta agar BPBD Kabupaten/Kota mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya yang ada di daerah berdasarkan kontijensi yang telah disusun.
Apabila diperlukan, BPBD Kabupaten/Kota dapat menetapkan status darurat dan membentuk Pos Komando Penanganan Darurat Bencana serta mengaktivasi rencana kontijensi menjadi operasi.
Kesemuanya ini kata Hasbi wajib memperhatikan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Menyiapkan dan mensosialisasikan tempat evakuasi yang aman dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19,” tambahnya.
(Nuel)









































