TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Sudah sembilan bulan kursi Sekda Kepulauan Riau belum defenitif atau status Penjabat (PJ).
Di rentang waktu itu pula, sudah dua kali pergantian PJ Sekda mulai dari Lamidi ke Eko Sumbaryadi.
Sementara itu, tiga calon Sekda defenitif yang diusulkan Gubernur Ansar Ahmad belum mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.
Ketiganya yakni Sardison, Misni, dan Adi Prihantara.
Diketahui, Sekda defenitif mandek di Mensesneg RI, namun sudah disetujui oleh Mendagri.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, jabatan Sekda yang masih berstatus PJ, tidak mempengaruhi jalannya pemerintahan.
Bupati Bintan dua periode itu juga sempat bergurau tidak mempermasalahkan jika Sekda dijabat PJ hingga masa jabatannya bersama Marlin Agustina berakhir.
“Pj sampai akhir juga nggak masalah, Sekda kan hanya administrator membantu saya,” katanya, Kamis (31/3/2022) kemarin.
Ansar menuturkan, belum adanya Sekda defenitif juga memiliki pengaruh positif, ia bisa melantik PJ Sekda baru tiap enam bulan.
Ia meyakini, pergantian PJ yang rutin akan membawa angin segar selama tidak mempengaruhi jalannya program pemerintah.
“Saya bagus juga bisa melihat orang waktu ke waktu,” tambahnya sembari tersenyum.
(Helen)
Editor: Nuel






































