
BINTAN,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengapresiasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang mulai serius menaruh perhatian terhadap budidaya ikan.
Menurutnya, program budidaya harus dilanjutkan secara merata di seluruh Kabupaten/Kota di Kepri.
Setiap pulau kecil dan besar harus memiliki budidaya unggulan dengan mengedepankan nelayan lokal.
Wahyu optimis, jika dikelola dengan baik, Kepri akan unggul dalam ketahanan pangan dari sektor perikanan.
“Saya berharap budidaya ini diterapkan di seluruh kabupaten kota di Kepri,” katanya, Sabtu (2/4/2022) kemarin.
Wahyu menuturkan, budidaya ikan ini harus diajarkan sejak dini kepada masyarakat dengan menggandeng sekolah kejuruan.
Bila perlu, SMK Kelautan dan Perikanan yang ada diwajibkan untuk membina kelompok budidaya. Keberhasilan budidaya pun harus menjadi salah satu indikator kelulusan.
Siswa juga harus di sugesti menjadi pengusaha budidaya dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Komisi II siap mendorong program budidaya ikan, dan mengajak kepada siswa SMK Kelautan dan Perikanan untuk praktek budidaya sehingga lulus nanti sudah bisa jadi pengusaha,” tuturnya.
Kendati demikian, modal usaha untuk budidaya ikan masih mahal. DKP pun diminta memenuhi kebutuhan dasar pembudidaya seperti lahan, bibit, peralatan, dan pelatihan.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, DKP dapat menggandeng investor untuk bekerja sama dengan pembudidaya.
“Dikelola oleh kelompok nelayan lebih baik tentunya dengan dibiayai oleh investor sehingga saling kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak,” terangnya.
Kepala DKP Kepri, T.S Arif Fadillah mengungkapkan, pihaknya berencana untuk membentuk kelompok budidaya ikan di tiap-tiap pulau.
Ia optimis, budidaya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan dan meningkatkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri.
“Kita berharap di seluruh pulau-pulau Kabupaten/Kota akan ada Kampung Budidaya sehingga masyarakat ekonominya semakin meningkat,” imbuhnya saat pencanangan Kampung Budidaya di Kampung Keter Tengah Desa Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Sabtu (2/4/2022).
(Oxy)












































