TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Pantauan di lapangan, stok cabai dari luar daerah kosong. Hal ini membuat beberapa jenis cabai lokal mengalami kenaikan harga.
Hal ini dibenarkan salah satu pedagang cabai dan sayur di Pasar Baru I Tanjungpinang, Doni, Senin (4/4).
Ia menuturkan, dua hari ini tidak ada pasokan cabai yang biasa datang dari Medan, Jawa dan Sumatera Barat.
Sehingga pihaknya hanya dapat mengandalkan cabai dari petani lokal untuk di jual.
“Dari petani lokal jumlahnya juga tidak banyak. Buktinya tidak semua pedagang yang bisa jualan cabai lokal,” ungkap Doni.
Dituturkannya, cabai rawit setan sebelumnya hanya dijual dengan harga Rp50 ribu per Kg. Kini naik menjadi Rp65 Ribu per kilogram.
Cabai rawit biasa sebelumnya dijual senilai Rp38 ribu per Kg sekarang dijual dengan harga Rp50 ribu per Kg.
Selain itu, harga cabai merah saat ini dijual dengan harga Rp50 Ribu per kilogramnya.
“Kalau cabai hijau masih normal dijual Rp25 ribu per kilo. Hanya saja daya belinya tidak sebanyak cabai merah dan rawit,” paparnya.
Doni pun tidak bisa memastikan kapan pasokan cabai akan sampai. Saat ini pihaknya masih menunggu informasi untuk itu.
“Semoga segera masuk, karena cabai lokal ini tak bisa diandalkan,” ujarnya.
Selanjutnya, pedagang lainnya Abdurahman mengaku tidak dapat cabai lokal dari petani.
“Cabai tak banyak, ini sisa yang semalam saja, tak sampai dua kilo kayaknya. Cuma ada cabai rawit, sedangkan lainnya kosong,” ucapnya.
Dikatakan, pada momen Ramadan ada tren pembelian cabai dengan jumlah yang cukup besar dari masyarakat.
“Satu hari jelang puasa kemarin banyak yang borong cabai, bahkan dari sore sebelumnya sudah banyak pembeli dari pulau yang sudah memesan,”tuturnya
Salah seorang pembeli Yani mengaku, heran dengan pasokan cabai yang tiba-tiba menipis.
“Padahal satu hari menjelang puasa cabai masih banyak. Nggak tahu kenapa, mungkin cabainya banyak yang beli, saya mau beli tapi cuma dapat cabai lokal,” terangnya.
Penulis : Helen
Editor: Liza












































