PEKANBARU,SIJORITODAY.com – Ribuan mahasiswa yang tergabung kedalam Aliansi Mahasiswa Riau menyidir wakil rakyat, sebagai daerah penghasil minyak namun harganya mahal dan stoknya langka.
Hal ini disampaikan dalam orasi di depan Gedung DPRD Riau, Senin (11/4/2022). Diimulai dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.45 WIB.
Seperti rencana awal, massa mahasiswa mempertanyakan harga minyak goreng mahal dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar.
Mahasiswa juga menyinggung soal rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM dan juga rencana menghapus BBM subsidi jenis pertalite.
Terlihat perwakilan mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi menyampaikan pendapatnya.
Menurut mahasiswa, fenomena akhir-akhir ini menampar keras tepat di wajah Bumi Melayu Lancang Kuning ini.
Selalu dielu-elukan dengan istilah di atas minyak di bawah minyak. Kondisi di derita masyarakat Riau akhir-akhir ini sangat memalukan.
”Di atas minyak, di bawah minyak tapi minyak goreng mahal, solar langka. Berapa banyak HGU kebun sawit? Berapa luas lahan yang di kuasai korporasi untuk perkebunan sawit? Berapa banyak PKS, berapa banyak barel dipompa dari perut Bumi Riau ini? Kenapa minyak goreng mahal, mengapa solar langka? Kita sudah dibodoh-bodohi, rakyat kita sudah dibodoh-bodohi,” ungkap seorang mahasiswa yang diberi kesempatan berorasi sambil menujuk ke arah Gedung DPRD Riau.
Soal narasi dibodohi ini juga disampaikan mahasiswa lainnya.
”Rakyatnya dibodoh-bodohi oleh wakilnya sendiri. Lihat, rakyat dibodoh-bodohi oleh wakilnya sendiri,” teriak orator berambut panjang sebahu itu.
Dengan pengeras suara, terlihat berkali-kali pula aparat kepolisian mengingatkan kepada para mahasiswa berdemonstrasi dengan tertib dan tanpa anarkis.
Sementara itu, lalu lintas Jalan Jendral Sudirman, terutama pada jalur yang tidak dialihkan, mulai melandai.
Mahasiswa di sisi jalan lainnya mulai teratur. Sebagian memilih duduk di trotoar dan bahu jalan sambil menyaksikan kawan-kawan mereka menyampaikan pendapat di sisi jalan sebelahnya.
Sementara itu, puluhan mahasiswa lainnya memilih berdiri di pagar besi pembatas jalan.
Situasi aksi demonstrasi terpantau masih kondusif. Bahkan empat pimpinan DPRD Riau yakni, Ketua Yulisman serta tiga wakil masing-masing Syafaruddin Poti, Agung Nugroho dan Hardianto hadir di tengah mahasiswa dan berdiri di mobil.
Penulis : Superleni
Editor : Liza













































