LINGGA,SIJORITODAY.com – Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga sampaikan sejumlah pokok pikiran yang menjadi prioritas untuk kepentingan masyarakat.
Disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Lingga. Digelar di Aula Kantor Bupati Lingga pada Kamis (24/3/2022).
Wakil Ketua Komisi I DPRD Lingga Aziz Martindaz, SPd menyampaikan sejumlah pokok-pokok pikiran legislatif dari sejumlah sektor yang menjadi bagian penting.

Upaya meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Kabupaten Lingga.
“Ada beberapa pokok pikiran yang disampaikan pada Musrenbang tadi, diantaranya peningkatan insfratruktur, produktivitas pertanian, industri, perdagangan dan pariwisata yang tentunya sektor-sektor itu bertujuan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Lingga,” kata Aziz Martindaz.
Selain itu, peningkatan Air Bersih, akses jalan dan jembatan, listrik dan telekomunikasi.
Lalu pembangunan bidang kesejahteraan masyarakat. Seperti sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan guru, sarana dan prasarana kesehatan.
Terkait ketersedian insfratruktur yang memadai dan tentunya berkualitas sangat penting diselesaikan secara bertahap.
Ia menuturkan, daerah berkembang akan terus melakukan pembangunan. Dengan adanya insfratruktur yang memadai dan berkualitas akan dapat mempercepat proses pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Terutama ketersedian insfratruktur yang terhubung langsung dengan sentra produksi dan perdagangan.
Sebab akan dapat memudahkan investor atau pelaku usaha dalam menjalankan roda usahanya di Kabupaten Lingga.
Tentunya dari kegiatan usaha dan perdagangan itu akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.
Insfratruktur yang dibangun tentunya harus juga diimbangi dengan pemeliharaan yang tujuannya agar dapat terpelihara dengan baik dan dapat diakses atau digunakan secara berkelanjutan.
“Paling penting insfratruktur itu diimbangi dengan kegiatan atau bukti nyata dan juga upaya pemeliharaan secara rutin serta berkala,” kata Aziz Martindaz.
Selain insfratruktur diungkapkan pada Musrenbang tersebut juga menyampaikan terkait peningkatan produktivitas sektor pertanian dan pengembangan potensi daerah.
Sektor ini sangat penting untuk dapat ditingkatkan agar produk-produk yang dihasilkan dari petani tersebut dapat dirasakan langsung masyarakat.
Dapat diekspor keluar daerah yang bertujuan nantinya berdampak pada perekonomian keseluruhan untuk Kabupaten Lingga.
Dampak lain dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian yakni terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, meski demikian untuk meningkatkan produktivitas pertanian harus juga dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkompeten dibidangnya.
Diharapkan dari peningkatan poduktivitas pertanian itu berdampak secara keseluruhan pada perekonomian pada umumnya.
Kabupaten Lingga merupakan wilayah yang luas dan masih banyak terdapat lahan-lahan kosong.
Hendaknya potensi-potensi yang ada di Kabupaten Lingga dapat dimanfaatkan dan dikembangkan, baik itu potensi dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan dan sebagainya.
“Masing-masing sektor tersebut secara nyata menjadi bagian penting bagi masyarakat pada umumnya, yang seharusnya mendapatkan perhatian yang cukup dan akan berdampak pada perekonomian masyarakat pada umumnya,” kata Aziz Martindaz.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga berharap pokok-pokok pikiran yang disampaikan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Lingga tersebut mendapat perhatian.
Agar terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi serta dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk mengurangi angka pengangguran dan juga kemiskinan.
Lebih jauh Aziz Martindaz mengutarakan, upaya peningkatan kualitas dan akses pelayanan dasar masyarakat juga harus di dukung oleh efektifitas birokrasi pemerintah daerah.
Ia mengatakan Musrenbang merupakan momentum strategis untuk menentukan arah pembangunan, tujuan dan sasaran serta pencapaian visi Bupati dan Wakil Bupati Lingga.
“Sebagai bagian dari unsur Pemerintah Daerah, DPRD sudah tentu dilibatkan secara intensif pada proses dan tahapan penyusunan dokumen. Baik itu dokumen RKPD yang disusun setiap tahunnya maupun dalam penyusuanan RPJMD,” kata Aziz Martindaz.
Dengan dilibatkanya DPRD dalam pembahasan sejak awal diharapkan dapat memberi masukan dalam penyusunan dokumen RKPD.
Masukan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang didapat ketika melaksanakan reses maupun kunjungan kerja ke desa-desa atau kecamatan.
Sambung Aziz Martindaz dengan mengacu pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang pembinaan dan pengawasan penyelengaraan pemerintah daerah.
Mewujudkan tata kelola pemerintah yang lebih baik dan menciptakan keterbukaan informasi. Ditetapkan dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 70 tahun 2019 tentang Sisten Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
“Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian dari Pemda yaitu mencermati kembali masukan yang pernah kami sampaikan. DPRD menyambut baik serta mendukung target kinerja pemerintah dalam pencapaian terhadap Desa Persiapan menjadi Desa Defenitif. Seluruh kesiapan yang diperlukan dalam mencapai desa defenitif sebagian besar sudah kami masukkan ke dalam pokir-pokir dewan,” kata Aziz Martindaz.
Ia pun mengwakili rekan-rekannya berharap musrenbang mampu mewujudkan kesamaan pandang dan pemahaman terkait kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Lingga tahun 2023.
Serta menjadi komitmen bersama dalam menginflemantasikan perencanaan pembangunan dan tetap memperhatikan sinergitas perencanaan pembangunan di tingkat Provinsi Kepulauan Riau dan Nasional. (adv)
Penulis : Rudi
Redaktur : Liza








































