Koordinator Barisan Madani Muda, Adjie Hardyansyah

BATAM, SIJORITODAY.com – Luas kawasan hutan mangrove di Kota Batam kian hari semakin menipis. Hutan bakau yang menyusut, mendapat perhatian dari kalangan masyarakat.

Di Kawasan Buana Garden, Tanjung Piayu, Kota Batam, akhir Januari 2022 lalu misalnya, penimbunan hutan bakau oleh pengembang itu membuat masyarakat resah dan menjadi salah satu kasus yang harus diselesaikan.

Tak khayal, Koordinator Barisan Madani Muda, Adjie Hardyansyah meminta Dinas Lingkungan Hidup Batam (DLH) secara tegas mengawasi hutan bakau di Kota Batam.

“Kita meminta kepada DLH Kota Batam untuk tidak menutup mata akan hal tersebut karena terkait perumusan hingga urusan administratif bidang lingkungan adalah tugas dari DLH itu sendiri,” kata Adjie.

Menurutnya, peran DLH sangat diperlukan untuk menjaga kawasan hutan mangrove dari aktivitas yang bisa mengganggu, yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

“Untuk itu kita meminta kepada DLH memberikan kejelasan terkait dengan pengawasan terhadap penimbunan tersebut termasuk keterangan terbuka terkait izin yang di berikan kepada perusahaan terkait,” jelas Adjie.

Selain di Tanjungpiayu, kawasan Sagulung juga terjadi penimbunan hutan bakau oleh pengembang untuk pembukaan lahan sehingga merusak ekosistem disekitarnya.

“Kabar terbaru kita lihat penimbunan bakau untuk proyek perumahan di daerah sagulung,” sebut Adjie.

Adjie menjelaskan, aktivitas penimbunan hutan bakau di Kota Batam bukan merupakan permasalahan yang baru saja terjadi. Kondisi ini dapat dilihat sejak perkembangan kota Batam, banyak lahan-lahan beralih fungsi.

Padahal beberapa waktu Presiden Joko Widodo turun ke Batam untuk penanaman mangrove karena Indonesia termasuk paru-paru dunia.

Penanaman mangrove bergema oleh Jokowi yang harus dijaga bersama-sama dan tak boleh dirusak. Namun, bertolak belakang karena masih ada oknum-oknum menimbun area hutan mangrove di Batam.

Adjie juga meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pengelola lahan di Batam ikut serta mengawasi pengembang yang menimbun lahan hutan bakau dan mengganti lahan yang akan ditanami mangrove kembali.

Hampir seluruh hutan mangrove di Batam menipis akibat dampak pembangunan yang menyampingkan keberlanjutan dan ekosistem alam.

(Ravi)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here