Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad usai mengikuti rapat paripurna rancangan KUA-PPAS APBD Perubahan 2022 di Kantor DPRD Kepri, Senin (15/8/2022). F: sijoritoday.com/Nuel

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pekan ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan melakukan MoU mengenai pinjaman anggaran proyek strategis dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Gubernur Ansar Ahmad mengatakan, pencairan pinjaman akan dilakukan per termin, dengan jumlah pinjaman sebanyak Rp180 miliar.

“Insyaallah tinggal MoU dengan SMI, pencairan per termin sesuai dengan kemajuan progress pekerjaan, dan target nominalnya masih Rp180 (miliar) itu,” katanya, Senin (15/08/2022).

Ansar menuturkan, pinjaman akan digunakan sampai akhir pekerjaan proyek, dan masih belum diketahui berapa total yang akan terpakai dari jumlah anggaran yang dipinjam.

“Tapi nanti sampai akhir pekerjaan nya selesai ,karna dia sesuai dengan target pekerjaan, kita ga tau nilai total nominalnya, bisa berkurang kalau bertambah tidak mungkin,” tuturnya.

Adapun proyek strategis yang akan di didanai oleh pemerintah provinsi melalui pinjaman ini berjumlah 7 proyek mulai dari fly over di Tanjungpinang yang masih dalam tahap pengerjaan sampai gedung Balai Latihan Kerja di Karimun.

“Pekerjaan yang didanai pemerintah ada tujuh, fly over, kemudian bandara, kota lama, gedung workshop, pelantar 1 pelantar 2, penataan ibukota, balai latihan kerja di Karimun,” terangnya.

Mengenai skema pengembalian pinjamam, ia mengatakan per 2 tahun akan ditambah bunga, baginya itu lebih kecil dari pinjaman Bank pada umumnya.

“Skema pengembalian pinjaman ya seperti biasa, pinjaman, 2 tahun tambah bunga, kan bunganya tambah kecil daripada bank umum,” lanjut Ansar.

Lalu, mengenai bunga pinjaman setiap 2 tahun tersebut, Ansar menerangkan akan dikenakan sebanyak 5,24 persen, tetapi ia akan menyiapkan anggaran untuk melakukan pembayaran setiap tahunnya dan akan dimulai dari 2023.

“Sekitar 5,24 persen lah kalau pinjaman bank umum kan di atas 6 persen, kita masih siapkan Rp90 milyar pertahun supaya itu kebayar,” terang Ansar.

Kemudian Ansar mengutarakan apabila dilakukan pembayaran pertahun hal tersebut akan mengurangi beban pemimpin Kepri selanjutnya sehingga 2024 pinjaman tersebut sudah lunas walau pihak peminjam dapat memberi waktu melewati masa jabatan.

“Bayar pertahun anggaran supaya tak membebani pemimpin kedepan ya kita selesaikan 2024, sementara SMI bisa memberikan ruang sampai melampaui masa jabatan”, Terusnya.

Penulis: Ade
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here