BATAM,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengajak para insinyur di Kepri membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
Ajakan itu ia sampaikan dalam Engineering Expo PII 2022 yang ditaja Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Kepulauan Riau di Mega Mall Batam, Kamis (19/8/2022).
“Saya mengajak para insinyur untuk turut serta mewujudkan ketahanan pangan melalui penyusunan program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian,” katanya.
Wahyu mengaku pesimis ketahanan pangan akan berhasil jika PII tidak terlibat, apalagi target capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor pertanian dalam RPJMD Kepri tahun 2021-2026 sangat kecil.
Diketahui, dalam RPJMD Kepri ditetapkan PDRB Rp2,172 miliar pada tahun 2021, Rp2,177 miliar tahun 2022, Rp2,182 miliar tahun 2023, Rp2,187 miliar tahun 2024, Rp2,129 miliar tahun 2025 dan Rp2,197 miliar tahun 2026.
“Saya juga masih pesimis karena saat ini PAD Kepri masih bergantung pada sektor kendaraan,” ujarnya.
Wahyu menerangkan, untuk mewujudkan ketahanan pangan, Pemprov Kepri perlu membentuk kawasan pertanian terpadu yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi tiap Kabupaten/Kota.
Lahan-lahan tidur maupun HGU/HGB yang tidak dimanfaatkan dapat dijadikan sebagai kawasan pertanian terpadu.
“Di Kepri masih banyak lahan-lahan kosong yang tidak dikelola. Ini harus dimanfaatkan dengan baik,” terangnya.
Anggota Fraksi PKS itu menambahkan, kawasan pertanian harus dikelola oleh BUMD Kepri bekerja sama dengan BUMD Kabupaten/Kota.
Pemprov juga harus menggandeng akademisi seperti insinyur ataupun kampus sebagai pusat riset pengembangan teknologi pengelolaan ketahanan pangan.
Namun, sebelum itu, Pemprov Kepri juga perlu menyiapkan infrastruktur pendukung agar pengelolaan kawasan pertanian terpadu efektif dan tepat sasaran.
“Jangan lupa menggandeng komunitas masyarakat sebagai tenaga kerja di sana, utamakan masyarakat miskin agar pengangguran berkurang,” tambahnya. (*)
Editor: Nuel







































