Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. F:sijoritoday.com/Nuel

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan bantuan subsidi Rp30 miliar untuk ojek online, angkot dan nelayan tahun ini.

Bantuan akan diberikan dalam bentuk tunai untuk menjaga daya beli masyarakat pasca kenaikan BBM subsidi

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan akan membahas teknis dan besaran bantuan bersama Bupati/Wali Kota pada Selasa (6/9/2022) besok.

“Amanah Pemerintah Pusat kita harus mengalokasikan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) sekitar Rp30 miliar,” katanya, Senin (5/9/2022).

Ansar menuturkan, selain ojek online, angkot, dan nelayan, ia juga mempertimbangkan pemberian subsidi kepada masyarakat kurang mampu yang belum terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.

“Kalau memungkinkan data non DTKS berhak menerima, kita akan berikan BLT,” tuturnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur meminta Pemprov Kepri melalui Dinas Sosial memperbaiki data kemiskinan agar BLT yang disalurkan tepat sasaran.

Sirajudin mengatakan, ia masih mendapati masyarakat kurang mampu yang belum menerima bantuan sosial.

“Saya menerima banyak pengaduan dari masyarakat, baik saat bertugas ke daerah maupun ketika sedang reses. Rata rata keluhannya adalah proses pendataan yang kurang tepat sasaran,” katanya.

Sirajudin pun mendorong agar Dinas Sosial melakukan perbaikan sistem pendataan yang lebih akurat dan akuntabel termasuk meningkatkan profesionalitas SDM pencacah.

Perbaikan data sangat penting dilakukan agar program bantuan pemerintah bisa disalurkan tepat sasaran dan target kinerja bidang kesejahteraan sosial bisa maksimal pencapaiannya.

Politisi PKB itu juga mendesak Dinas Sosial agar memperkuat sinergitas dengan Kabupaten/Kota untuk memastikan data kemiskinan akurat dan berkualitas, mengingat kewenangan pendataan di tingkat Kelurahan berada di Pemerintah Kota/Kabupaten.

Dinas Sosial juga perlu membuka layanan pengaduan atau call center. Dengan layanan ini, masyarakat yang belum terdata bisa mendaftar secara individu.

“Bantuan BLT pasca kenaikan BBM harus dipastikan benar benar menyasar warga miskin. Jangan ada warga miskin yang tidak menerima bantuan BLT ini,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here