Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung saat ditemui di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (8/5/2023). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung membuka peluang menerbitkan surat penambahan rombongan belajar (Rombel) di SMAN 2 Tanjungpinang.

Penambahan Rombel itu menyusul 250 siswa yang bertahan ingin masuk SMAN 2 Tanjungpinang tanpa melalui mekanisme PPDB online.

“Mungkin dari pihak kepala sekolah, kalau memang memungkinkan ajukan surat ke kita penambahan rombongan belajar,” katanya, Sabtu (15/7/2023).

Andi menuturkan, orang tua dari ratusan siswa itu tidak mau anaknya belajar di sekolah yang sesuai PPDB online dan tetap bertahan masuk SMAN 2 Tanjungpinang.

“Karena masyarakat tetap bertahan disitu, kita mau bilang apalagi. Kami kan bagian dari pelayanan,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala SMAN 2 Tanjungpinang Bidang Kesiswaan, Maryanto menerangkan bahwa Kepala Sekolah telah menyampaikan usulan penambahan Rombel ke Dinas Pendidikan Kepri.

Kendati demikian, pihak sekolah belum mendapatkan jawaban dari Dinas Pendidikan terkait usulan itu.

“Kita belum ada keputusan seperti apa mereka, karena kita juga harus melihat kemampuan sekolah kita,” katanya, Jum’at (14/7/3023).

Maryanto menerangkan, jika usulan itu diterima, maka setiap Rombel akan berisikan 55 siswa sehingga mengakibatkan kegiatan belajar mengajar tidak maksimal.

“Ini jadi permasalahan setiap tahunnya, karena banyak yang memaksa untuk masuk ke SMAN 2 Tanjungpinang,” ujarnya.

Kejadian serupa juga terjadi di SMAN 1 Tanjungpinang yang juga memiliki kelebihan lebih dari 100 orang siswa.

Di sekolah ini bahkan ada penambahan rombel, meskipun mereka kekurangan ruang kelas.

Di sisi lain, SMAN 3 Tanjungpinang menjadi sekolah yang terdampak ditinggal oleh siswa. Sekolah tersebut hanya menerima 19 orang siswa baru untuk tahun ajaran 2023/2024.

Kondisi ini tentu berbeda dari tujuan awal pemerintah yang ingin menyamaratakan kualitas pendidikan di setiap sekolah.

Adanya siswa yang masuk tanpa jalur resmi tentu akan membuat tidak optimalnya proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Selain itu, proses tersebut juga membuat sistem penerimaan siswa baru tidak lagi bersih karena adanya proses yang tidak transparan.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here