Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari saat kunjungan ke KSOP Tanjungpinang, Kamis (4/12/2025). F:Sijoritoday.com/Ombudsman Kepri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau mengunjungi KSOP Tanjungpinang, Kamis (4/12/2025).

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari mengatakan, kunjungan itu untuk meninjau kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).

Dalam kunjungan tersebut, Ombudsman mendesak KSOP Tanjungpinang berbenah, terutama dalam menangani keluhan masyarakat yang kerap ‘diviralkan’.

Kepada Ombudsman, KSOP Tanjungpinang melaporkan telah menyiapkan total 39 kapal reguler (domestik dan internasional) dan tambahan 6 kapal penumpang, serta 2 kapal patroli untuk mengamankan arus Nataru.

Untuk pelayanan di Pelabuhan SBP, KSOP akan membuka dua posko: satu posko aduan dan informasi di dalam pelabuhan dan satu posko gabungan di luar.

Lagat menyampaikan isu-isu sensitif yang menjadi perbincangan panas di media sosial beberapa minggu terakhir, menuntut perhatian serius dari KSOP:

1. Kapal Mogok di Tengah Laut: Insiden terhentinya kapal penumpang yang mesinnya mati saat berlayar dari SBP Tanjungpinang menuju Batam.
2. Anak Bayar Full, Tapi Dipangku: Keluhan viral dari penumpang yang anaknya disuruh dipangku oleh awak kapal meskipun telah membeli tiket dengan harga penuh.

Poin krusial yang digarisbawahi Ombudsman adalah masyarakat yang mengalami insiden tersebut mengaku tidak tahu ke mana harus mengadu, bahkan sampai menandai akun Ombudsman di media sosial.

“Jangan sampai masyarakat bingung kemana harus mengadu. Publikasikan layanan pengaduannya. Kelola pengaduannya. Jangan tunggu diviralkan baru ada aksi,” tegas Lagat.

Selain perbaikan layanan pengaduan, Ombudsman juga memberikan dua saran strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang:

1. Sosialisasi Tiket Online Masif: KSOP diminta mengoptimalisasi pembelian tiket online melalui sosialisasi gencar agar lebih mudah memprediksi kapan kapal tambahan benar-benar dibutuhkan.
2. Dorong MKP: Lagat meminta KSOP mendorong pihak ketiga layanan e-Ticketing, MKP, untuk memastikan aplikasinya handal dan mampu menampung pembelian tiket kapal secara masif tanpa kendala saat puncak Nataru.

Dengan adanya desakan ini, KSOP Tanjungpinang kini dihadapkan pada tugas ganda yakni memastikan operasional Nataru lancar sekaligus membuktikan komitmennya dalam menyediakan layanan pengaduan yang mudah diakses dan responsif kepada masyarakat. ***

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here