Sekretaris Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin saat menjadi narasumber di STAIN Sultan Abdurrahman, Rabu (28/1/2026). F:Sijoritoday.com/Humas DPRD Kepri

BINTAN,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin menaruh perhatian terhadap hengkangnya maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Wahyu mengatakan, hengkangnya maskapai plat merah itu menjadi pertanda bahwa perekonomian masyarakat di Pulau Bintan mengalami penurunan.

“Saya baca berita, Garuda Indonesia mengalihkan rute Jakarta-Tanjungpinang ke Citilink. Ini menunjukkan ekonomi masyarakat kita sedang menurun. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya, Kamis (29/1/2026).

Wahyu menjelaskan, langkah Garuda Indonesia sudah tepat jika dilihat dari sisi bisnis agar kegiatan usaha tidak merugi.

“Saya kira kalau merugi baiknya pamit tukar dengan maskapai Citilink saja, biar harga terjangkau dan tidak semakin merugi BUMN,” jelasnya.

Politisi PKS itu pun mengajak Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang, Pemkab Bintan dan seluruh stakeholder untuk bekerja keras meningkatkan perekonomian masyarakat di Pulau Bintan.

“Kalau perekonomian masyarakat meningkat, tentu mereka bisa membeli tiket Garuda Indonesia. Nanti maskapai tercinta kita ini bisa mengajukan rute kembali,” tuturnya.

Selain itu, Wahyu juga mengajak pemerintah fokus membenahi iklim pariwisata di Pulau Bintan.

“Masih perlu dikemas agar menarik minat wisatawan asing. Kalau minat wisatawan asing meningkat, pasti kunjungan meningkat, pasti permintaan akan tiket pesawat juga meningkat,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mengoperasikan maskapai Citilink untuk menggantikan operasional maskapai Garuda Indonesia yang direncanakan mulai berhenti melayani rute Tanjungpinang-Jakarta mulai 10 Februari 2026.

Kepastian itu disampaikan Manajemen PT Garuda Indonesia kepada Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, Rabu (28/1/2026).

“PT Garuda Indonesia memang akan menghentikan rute penerbangan Garuda Indonesia Jakarta-Tanjungpinang. Namun sebagai gantinya, PT Garuda Indonesia akan mengoperasikan armada Citilink setiap hari atau selama 7 hari penuh selama seminggu,” papar Nyanyang.

Armada Citilink dimaksud adalah A320, pesawat airbus berkapasitas 180 penumpang.

Pernyataan disampaikan Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini sekaligus menjawab surat dilayangkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad nomor B/500.11/12/DISHUB-SET/2026 perihal permohonan keberlanjutan layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia di Bandara RHF, 6 Januari 2026 lalu.

Sebagaimana diketahui, Citilink merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia Group.

Baik Citilink maupun Garuda Indonesia beroperasi melayani rute penerbangan Jakarta-Tanjungpinang dan sebaliknya di Bandara RHF Tanjungpinang.

Di Bandara RHF Tanjungpinang, Citilink beroperasi 4 kali dalam seminggu, sedangkan Garuda Indonesia melayani 3 kali penerbangan.

“Informasi ini diperoleh langsung dari Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Maskapai Citilink yang nantinya akan beroperasi di Bandara RHF pasca penghentian pengoperasian maskapai Garuda Indonesia berjenis airbus,” terang Nyanyang lagi.

Sebelumnya di hari yang sama, Nyanyang melakukan pertemuan secara khusus dengan Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim di Kantor Operational Centre Garuda Indonesia Soekarno Hatta international Airport.

Dalam pertemuan itu, Wagub Nyanyang yang didampingi Kadis Perhubungan Kepri Junaidi, Kadis Pariwisata Hasan dan Kaban Penghubung Kepri di Jakarta Endrie Djoko Satrio, meminta agar Garuda Indonesia tidak menghentikan operasionalnya di Bandara RHF Tanjungpinang.

Ia menyampaikan komitmen Pemprov Kepri untuk menjaga kestabilan jumlah penumpang agar maskapai Garuda Indonesia dapat terus beroperasi.

Salah satunya adalah dengan memastikan seluruh keberangkatan ASN Pemprov Kepri yang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara RHF Tanjungpinang.

“Kita juga akan membicarakan hal ini agar dua pemerintahan daerah di Pulau Bintan, yakni Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan, untuk dapat juga melakukan hal serupa,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Bandara RHF Tanjungpinang berada di Pulau Bintan, di mana di satu pulau ini terdapat tiga pusat pemerintahan, yakni Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.

Selain itu, lanjut Nyanyang, pertimbangan lain yang disampaikan kepada Manajemen PT Garuda Indonesia untuk tidak menghentikan operasional di Bandara RHF Tanjungpinang adalah mengingat Pulau Bintan merupakan salah satu pulau pusat investasi dan pariwisata.

Nyanyang memastikan jumlah penumpang dari Jakarta ke Tanjungpinang meningkat pada beberapa bulan ke depan. Peningkatan penumpang seiring pelaksanaan sejumlah perayaan keagamaan, yakni Imlek dan Capgomeh, dan Hari Raya Idul Fitri.

“Kita meminta PT Garuda Indonesia untuk setidaknya memperpanjang rencana penghentian operasional hingga April atau setelah lebaran sembari mengevaluasi kembali rencana sebelumnya,” pungkasnya.

Penulis: Sunar
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here