Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Marzuki saat reses di Daerah Pemilihan Kabupaten Natuna dan Anambas. F:Sijoritoday.com/Alex

ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Marzuki mengatakan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan upaya pemerintah pusat untuk mensejahterakan nelayan.

Marzuki menjelaskan, dengan Kampung Nelayan Merah Putih, pengelolaan ikan akan dilaksanakan secara terpusat di satu lokasi.

“Di Kampung Nelayan Merah Putih, nelayan akan dibangunkan berbagai fasilitas. Mereka bisa menyimpan hingga mengolah di tempat itu,” katanya.

Ketua Fraksi Gerindra itu menuturkan, di Kabupaten Natuna dan Anambas, baru satu Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah beroperasional.

Diketahui, sebanyak 12 kampung di Natuna dan Anambas diusulkan untuk menjadi Kampung Nelayan Merah Putih.

“Di Anambas ini ada tujuh desa, di Natuna ada 12. Yang jalan baru satu Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Said Sudrajat mengatakan, Kampung Nelayan Merah Putih akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

“Kita berharap nanti dengan supporting dari pemerintah pusat dapat menjadi kampung yang komplit lah perkembangannya. Kita usulkan lebih dari 20 kampung,” katanya.

Diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjaring desa pesisir dan kampung budidaya potensial sebagai lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih.

Program ini dirancang khusus untuk mengubah wajah desa pesisir dan kampung budidaya menjadi lebih produktif dan terintegrasi dalam menghasilkan produk perikanan yang berdaya saing, seperti di Desa Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

“Ini adalah program transformasi dari Kampung Nelayan Modern yang digagas Pak Menteri Trenggono untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Kita harus pastikan lokasi memenuhi syarat dan kriteria, khususnya masalah lahan,” ujar Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Trian Yunanda di Jakarta, Minggu (25/5/2205).

Implementasi Kampung Nelayan Merah Putih melibatkan pemerintah daerah untuk menjaring lokasi potensial. Hal ini untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal dengan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Pada tahap awal KKP menargetkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih. Kriterianya yaitu mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan/pembudidaya ikan lebih dari 80 persen, ketersediaan dan status lahan clear and clean untuk pembangunan fasilitas produksi lebih dari 1 hektare, memiliki potensi sumber daya ikan, budidaya ikan, dan wisata bahari yang dapat dikembangkan, serta terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih.

“Sampai tanggal 27 Mei, kami masih menerima proposal pengajuan program Kampung Nelayan Merah Putih dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Program ini transparan dan dapat diakses oleh pemda untuk semua wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih untuk mendorong produktivitas masyarakat perikanan yang berkelanjutan, serta mengubah wajah kampung nelayan dan pembudidaya tradisional menjadi lebih tertata dan modern.

Di lokasi terpilih, KKP akan membangun sejumlah fasilitas seperti dermaga, gudang beku, balai pelatihan, pabrik es, sentra kuliner, menara pandang, docking kapal, tempat pelelangan ikan besarta drainase dan IPAL, hingga gedung perkantoran.

“Kami ingin melanjutkan keberhasilkan transformasi wajah kampung nelayan seperti di Biak, Papua. Nantinya program ini akan terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih sebagai tulang punggung dan berada di posisi sentral seluruh aktivitas ekonomi,” terangnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 kampung.

Penulis: Alex
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here