AKBP Yunita Stevani, Kapolres Karimun. F: Sijoritoday.com/Sunar

KARIMUN,SIJORITODAY.com – Peristiwa kasus bunuh diri menjadi perhatian serius jajaran Polres Karimun sekaligus memperkuat komitmen Kepolisian dalam mendorong upaya pencegahan melalui pendekatan sosial dan kepedulian masyarakat.

Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas ketika menghadapi persoalan kehidupan, baik persoalan keluarga, tekanan ekonomi, maupun beban psikologis.

Menurutnya, persoalan yang berat perlu dihadapi dengan mencari bantuan baik dari keluarga maupun pihak profesional, bukan dengan mengakhiri kehidupan.

Pikiran nekat untuk melakukan perbuatan bunuh diri bisa ditangani.

Kondisi ini sering kali dipicu oleh depresi, kecemasan ekstrem, atau tekanan hidup yang berat.

Psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi dan penanganan yang tepat.

Beban yang dihadapi terasa lebih ringan saat dibagikan dan berbicara dengan keluarga atau bersama orang dekat.

Polres Karimun pun terus memperkuat langkah langkah preventif dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kami tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah,” tutur AKBP Yunita Stevani, Jumat (11/9/2026).

Pencegahan bunuh diri bukan menjadi tanggung jawab kepolisian semata. Diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur yang berada paling dekat dengan kehidupan warga.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Penulis: Sunar
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here