Tampak rumah warga RT 06 RW 02, Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Karimun tergenang air akibat aktivitas penimbunan. F:Sijoritoday.com/Sunar

KARIMUN,SIJORITODAY.com – Belasan warga RT 06 RW 02, Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral merasa resah dan khawatir rumah yang ditinggali tergenang air akibat penimbunan yang dilakukan pemilik area lahan penimbunan.

Pemilik rumah yang berbatasan langsung dengan area timbunan tanah tersebut mengaku di belakang rumahnya digenangi air akibat adanya penimbunan tanah urug.

“Hujan turun jelas masuk ke dalam rumah bercampur tanah liat. Air di belakang rumah saya saluran pembuangan air tertutup timbunan tanah,” resah Acan, Kamis (1/10/2026).

Kekesalan senada diungkapkan Keiseng pemilik rumah yang juga bersempadan dengan lokasi penimbunan.

Di belakang rumah miliknya pun nyaris tertimbun tanah hingga saluran pembuangan air tersumbat.

Diungkapkan Keiseng, pelaku penimbunan sebelumnya tidak ada melakukan kordinasi.

“Tidak ada kordinasi dengan warga, kita juga kuwatir kalau hujan lebat turun air bercampur lumpur tanah urug masuk rumah. Bapak bisa liat itu tumpukan tanah di belakang rumah saya, saluran pembuangan air tertutup tanah timbunan,” ucapnya.

Seharusnya, sambung dia, sebelum dilakukan penimbunan, pengusaha pelaku penimbunan membuat dulu saluran pembuangan air.

Tidak adanya kordinasi aktivitas penimbunan dengan warga setempat, kekecewaan juga dirasakan toko masyarakat setempat, Abu Hasan.

Ia merasa kecewa ulah aktivitas penimbunan yang terkesan mengabaikan lingkungan sosial.

Diakui Abu Hasan, warga sama sekali tidak menerima pemberitahuan atau diajak koordinasi sama pemilik area lahan timbunan.

“Hari ini tidak ada kegiatan penimbunan, warga komplain dan sempat menutup aktivitas penimbunan,” ungkapnya.

Ia berharap pihak terkait atau pemilik lahan segera membuka ruang dialog bersama perangkat RT dan warga setempat yang terkena dampak penimbunan tanah urug untuk mencari solusi pencegahan dampak buruk lingkungan yang ditimbulkan.

“Terlepas kegiatan tersebut memiliki legalitas atau tidak yang jelas jangan abaikan dampak lingkungan hingga menimbulkan komplain masyarakat,” pinta Abu Hasan.

Ia juga meminta kepada instansi terkait mengecek langsung area penimbunan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Penulis: Sunar
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here