TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com —Kemunculan buaya di sungai Tocha, Kampung Bangun Sari RT 01/ RW 10, Kelurahan Batu 9 sejak sebulan lalu kian hari kian membuat warga sekitar resah.

Aktifitas warga di sekitar sungai pun hingga kini terganggu dengan kemunculan hewan reptil dengan panjang lebih dari 4,5 meter itu.

Fery, Camat Tanjungpinang Timur

Menyikapi hal tersebut, Camat Tanjungpinang Timur akan menyurati Dinas dan Developer terkait untuk memasang jaring.

“Nanti kita minta pihak Kelurahan untuk menyurati pihak Developer Perumahan yang melakukan pembangunan dekat dengan habitat buaya untuk memberikan jaring atau penghalang agar tidak membahayakan masyarakat dan pemilik rumah,” tutur Camat Tanjungpinang Timur, Fery Ananda, ketika ditemui, Senin (23/12) di Kantor LAM.

Menurut Fery, lokasi teror buaya Kampung Bangun Sari, sungai Thoca dan sekitanya itu sejak dahulu memang merupakan habitat buaya. Kemungkinan, kata dia, buaya itu meneror karena habitanya semakin sempit akibat banyaknya perumahan yang dibangun.

“Ketika habitat mereka dijadikan lahan untuk pembangunan perumahan maka otomatis habitat mereka menjadi sedikit, wajarlah mereka naik untuk mencari makan,” kata Fery.

Fery mengaku jika dari dulu Ia selalu mengimbau masyarakat di sekitar habitat buaya itu untuk menjaga diri. Karena sebut Fery, sangat tidak mungkin mengusir buaya dihabitatnya sendiri.

“Kamarin memang ada dipasang jaring oleh pemerintah di sekitaran sungai Thoca itu, namu karen sudah lama, banyak yang rubuh dan rusak,” tandasnya. (Ga)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here