BATAM, SIJORITODAY.com – – Novi, salah satu warga Tanjungpinang merasa ketakutan bercampur cemas akibat tidak akuratnya tes GeNose COVID-19 di pelabuhan Punggur, Kota Batam, Selasa (08/06/2021).

Pasalnya, Novi hendak bertandang kembali ke Tanjungpinang melewati pelabuhan Punggur menggunakan kapal ferry. Sebelum berangkat, Novi diharuskan melakukan tes GeNose COVID-19 di Pelabuhan dengan membayar Rp.40.000,-.

Hasil tes GeNose COVID-19 pertama sempat membuat dirinya terkejut. Petugas menyatakan Novi positif COVID-19.

Kurang lebih 15 menit kemudian, Novi kembali melakukan tes GeNose COVID-19 kedua kalinya ditempat yang sama dengan kembali membayar Rp.40.000,-.

Rasa ketakutannya pun kembali reda, setelah hasil tes GeNose itu menunjukkan negatif COVID-19. Tapi dalam hati Novi masih bertanya- tanya pada tes GeNose yang pertama menunjukkan positif.

“Kok bisa ya tes pertama positif, tes kedua negatif, ini tidak akurat. Saya merasa aneh dan takut jika tesnya seperti ini,” ujar Novi dengan heran.

Novi mengatakan, tidak akuratnya tes GeNose pelabuhan Punggur sangat merugikan dirinya dari sisi materi. Sebab, tes hingga kedua kali ia harus merogoh kocek senilai Rp.80.000,- dengan hasil yang berbeda.

Novi berharap agar pemerintah turun tangan atas persoalan yang dialaminya ini.

“Ini terjadi bukan saya saja, ada beberapa orang seperti ini, tes ini harus akurat lah, kalau seperti ini merugikan masyarakat,” cetusnya.

Anak mantan anggota DPRD Kota Tanjungpinang Syaiful Bahri itu akhirnya berhasil menaiki kapal dan kembali menuju Kota Tanjungpinang. Ia nyaris tidak dapat berangkat karena positif COVID-19. Ia juga beruntung karena berinisiatif melakukan tes kedua kalinya.

“Kalau saya tidak tes kedua kali, mungkin saya sudah dinyatakan positif dan di isolasi mandiri,” tutupnya.

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here