BATAM, SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahaan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara virtual di Swiss-Belhotel Harbourbay Batam, Rabu (3/10/2021)
Ansar menyebut, pengembangan PLTS ini di Kepri ini untuk pemenuhan kebutuhan listrik lokal dan memasok kebutuhan energi listrik bagi Singapura.

Investasi PLTS ini disebut akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri.
“Target utama memang kesana, mereka kan butuh sumber energi yang besar. Sisi baiknya investasi yang masuk ke Kepri semakin besar,” katanya, Rabu (3/11/2021).
Kedepannya kata Ansar, pemerintah akan beralih menggunakan energi yang ramah lingkungan daripada menggunakan energi gas dan batubara.
Saat ini, perusahaan yang sudah menyampaikan rencana pengembangan PLTS di Kepri, disebut sudah meminta izin pembangunan di beberapa titik seperti Bulang dan perairan di Batam.
“Ada beberapa perusahaan yang telah menyampaikan permintaan nya tadi. Ada yang badan usaha dari BUMN, ada juga yang swasta. Banyak tadi permintaan lokasi seperti wilayah Pulau Sugi Karimun, dan juga beberapa titik di Batam seperti Bulang,” ungkapnya.
Walau demikian, Ansar juga menerangkan, pengembangan ketersediaan lahan karena infrastruktur PLTS ini membutuhkan lahan yang luas.
Untuk itu, Ansar berharap agar perusahaan yang berminat dapat membangun infrastruktur dengan cara membentuk konsorsium.
“Menyediakan lahan dengan kapasitas yang luas bukan hal yang mudah. Berbeda apabila rencananya akan dikembangkan di atas Danau atau Laut,” ujarnya.
Sebelum mengekspor listrik ke Singapura, Ansar meminta agar calon perusahaan atau investor untuk mencontoh mega proyek yang saat ini dikelola Bright PLN Batam bersama PT Trisurya Mitra Bersama (Suryagen), dan perusahaan energi Singapura, Sembcorp Industries (Sembcorp).
Untuk diketahui, mega proyek tersebut juga telah menerima izin prinsip ekspor listrik tenaga surya dari Energy Market Authority (EMA) Singapura.
Bagi perusahaan penanam investasi tersebut, Ansar juga menyarankan kedepan dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan yang mengatur tenaga kelistrikan di wilayah Kepri sebelum mengekspor listrik ke wilayah Singapura.
“Di Kepri sebenarnya ada bright PLN Batam, dan PLN Persero yang telah mengantongi izin untuk ekspor. Ada juga perusahaan swasta lain sebenarnya seperi dua perusahaan itu. Tapi saran saya segeralah mengurus perizinan ekspor, atau bisa bekerjasama dengan perusahaan yang sudah memiliki izin,” tegasnya.
(Nuel)








































