Misni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Berdasarkan hasil survei, satu dari tiga perempuan di Kepulauan Riau pernah menjadi korban kekerasan lelaki.

Hal itu disampaikan oleh Misni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri.

“Perempuan mengalami kekerasan dari segi fisik, seksual, psikis, penelantaran hingga ekonomi,” katanya, Minggu (30/10/2021).

Mirisnya, kekerasan ini kerap dilakukan oleh lelaki terdekat seperti suami, pacar hingga saudara kandung.

Padahal kata Misni, perempuan merupakan ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Ia diciptakan dari tulang rusuk lelaki dan sudah semestinya dilindungi.

Misni menuturkan, tren peningkatan kasus kekerasan perempuan dan anak sudah terjadi sejak tahun 2018 lalu.

“Kondisi masih terjadi di berbagai daerah, tidak hanya di Kepri,” ujarnya.

Misni mengakui, jika persoalan kesetaraan gender masih kerap ditemui di lapangan.

Seharusnya gender hadir untuk memahami perempuan dan laki-laki saling memahami daripada fungsi dan peran masing-masing.

“Ketika itu terjadi, maka kesetaraan gender akan terwujud,” pungkasnya.

Tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak ini mendapat respon positif dari Gubernur Ansar Ahmad.

Ansar menerangkan, tingginya angka kekerasan ini disebabkan mobilitas masyarakat yang masih relatif tinggi.

“Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini merupakan potret melemahnya ketahanan keluarga,” ujarnya.

Ia pun meminta agar DP3AP2KB Kepri gencar melakukan sosialisasi pemenuhan hak anak.

Ansar juga meminta agar DP3AP2KB melibatkan organisasi masyarakat seperti MUI dan Da’i perempuan supaya materi pentingnya perlindungan anak dan perempuan dapat tersalurkan melalui Masjid-masjid dan kegiatan keagamaan.

“Diperlukan upaya mengokohkan kembali fungsi keluarga. Sosialisasi pemenuhan hak anak. Pola pengasuhan dan peran keluarga dalam membentuk keluarga yang berkualitas perlu kita galakkan sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga melalui keterlibatan wanita di bidang ekonomi,” tambahnya.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here