
TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin terus mendorong Pemprov Kepri untuk berinovasi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun depan.
Dalam berbagai rapat dan di media massa, politisi PKS ini kerap menyoroti Pemprov Kepri yang belum optimal mencari sumber PAD yang baru.
Kali ini, Wahyu menyoroti kinerja BUMD milik Pemprov Kepri yang belum bisa berbuat banyak menambah pundi-pundi PAD.
Modal yang diberikan Pemprov Kepri kepada BUMD masih sebatas pemenuhan legalitas badan usaha.
Seperti Perumda Air Minum Tirta Kepri misalnya, pelayanan Perumda ini kerap dikeluhkan warga seputar pipa bocor dan air yang kerap mati.
Di tahun depan, Wahyu meminta agar manajemen Tirta Kepri memperbaiki pipa yang bocor untuk memastikan setiap rumah pelanggan teraliri dengan baik.
Tirta Kepri juga harus segera memasang instalasi ke seluruh rumah masyarakat.
Memang kata Wahyu, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk memperbaiki dan memasang instalasi baru.
Namun, biaya ini masih terbilang kecil apabila dibandingkan dengan potensi pendapatan yang bisa diterima tiap tahunnya jika semua berjalan lancar.
“Pemprov harus mengalokasikan Rp 100 miliar lebih agar masyarakat bisa teraliri air PDAM,” katanya, Jum’at (19/11/2021).
Untuk menekan biaya perawatan rutin, Wahyu mendorong agar Pemprov Kepri bekerja sama dengan perusahaan swasta yang ahli dalam dalam pengelolaan air.
Biaya perawatan yang kecil ini akan memudahkan Tirta Kepri untuk mencapai tujuan Perumda yakni mencari laba.
“Contohnya ATB di Batam sangat berhasil mengelola air baku yang di distribusikan ke masyarakat, perusahaan dan pemerintah,” ujarnya.
Dirut Perumda Air Bersih Tirta Kepri, Mamat mengungkapkan bahwa per September 2021, PDAM telah membukukan pendapatan sebesar Rp 25 miliar.
Mamat optimis, di akhir tahun ini, PDAM akan berhasil mencapai target pendapatan sebesar Rp 25 miliar.
Di tahun mendatang kata Mamat, Tirta Kepri menargetkan pendapatan sebesar Rp 35 miliar.
Saat ini jumlah pelanggan PDAM mencapai 22.223 rumah dan 2.877 daftar tunggu.
Mamat menambahkan, di tahun 2022 pihaknya akan mengupayakan pengoperasian Waduk Kawal dan penggantian pipa air untuk mengurangi kebocoran.
“Kita masih mengupayakan pengoperasian Waduk Kawal dan mengganti atau memindahkan pipa untuk mengurangi kebocoran,” tambahnya.
(Nuel)









































