TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Sejumlah komoditas di Pasar Baru I Tanjungpinang mulai mengalami kenaikan di akhir bulan November ini.
Anis Reva Pedagang Pasar Baru I pun membeberkan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga komoditas ini katanya, berkisar Rp 5.000 hingga Rp 20.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya.
Kenaikan harga terjadi pada cabai rawit yang sebelumnya Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp. 65.000 per kilogramnya, bawang merah jenis bombay menjadi Rp 22.000 dari sebelumnya Rp 16.000. Sedangkan bawang merah jenis jawa turun menjadi Rp 34.000 dari Rp 45.000, cabai merah naik jadi Rp 52.000 per kilo dari Rp 60.000.
Kenaikan harga juga terjadi pada kedelai menjadi Rp 525.000 per karung dari Rp 450.000 per karung.
Sedangkan pedagang lainya, Nani mengungkapkan, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng curah Rp.19.000 dari sebelumnya Rp.17.000.
Harga minyak goreng ini memang sudah berkali-kali mengalami kenaikan.
Harga telur Rp 51.000 per papan dari sebelumnya Rp 42.000. Begitupun dengan harga beras Bulog dari Rp 10.000 jadi Rp13.000.
Sedangkan harga lainya seperti tepung dan gula ia mengatakan masih dalam harga normal dan belum ada kenaikan yang signifikan.
Sebenarnya kata Nani, harga sejumlah komoditas ini sudah mulai mengalami kenaikan sejak bulan September kemarin.
“Kalo yang lainya menurut kita sih masih biasa-biasa aja,” katanya, Senin (29/11/2021).
Kenaikan harga ini pun dikeluhkan oleh konsumen. Seperti Vira misalnya, ia mengaku harus mengeluarkan uang belanja lebih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ia pun berharap agar pemerintah segera menstabilkan harga untuk mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Gimana ya semuanya naik, kitanya jadi susah, misalkan belanja biasanya cuma Rp100.000 harus dilebihkan jadi Rp.150.000. kalo bisa sih cepet distabilkan aja biar kita gak sulit-sulit kali,” pintanya.
(Helen)
Editor: Nuel








































