
NATUNA, SIJORITODAY.com – Manajemen Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah menggelar sosialisasi rekrutmen mahasiswa di Natuna.
Kunjungan tiga hari tersebut di pimpin Direktur PEM Akamigas Prof. Dr. R.Y. Perry Burhan, M.Sc.
Agenda kunjungan meliputi sosialisasi penerimaan mahasiswa PEM Akmigas Cepu kepada Pemerintah Kabupaten Natuna. Serta sejumlah Kepala Sekolah di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Natuna, Rabu (9/3/22) pagi.
Kedatangan mereka di sambut Asisten II ekonomi dan pembangunan Pemkab Natuna, Ir Basri. Diikuti oleh sejumlah Kepala OPD dan kepala sekolah SMA di Natuna.
Prof. Perry menjelaskan, PEM Akamigas saat ini baru membuka jurusan Perminyakan dan Gas. Sementara Program Studi Mineral pihaknya belum membuka jurusan tersebut.
Perry menyebut, PEM Akamigas memiliki lembaga pendidikan yang jadi saudara kembarnya di Bandung yakni Politeknik Pertambangan dan Mineral Bandung.
“Maka kami senang dapat ke Natuna. Kenapa harus Natuna karena banyak minyak gas dan sinar mataharinya panas, tepat sekali merekrut mahasiswa dari sini,” kata Prof. Perry pula.
Ia mengungkapkan maksud tujuannya ke Natuna melakukan kerja sama dengan Pemkab Natuna. Merekrut pelajar untuk menjadi ahli perminyakan. Sehingga mereka bisa terlibat dalam aktifitas perminyakan dan gas dari hulu hingga hilirnya.
Menurut Perry, peluang bekerja di sektor migas masih terbuka hingga puluhan tahun mendatang. Menurut prediksi migas negara ini, kata para ahli, cuma bisa bertahan dua puluh tahun lagi.
Kenyataannya sampai sekarang potensi migas di Natuna tak habis-habisnya.
Perry menegaskan, pihaknya akan segera melakukan rekrutmen mahasiswa baru di Natuna. Menjadikan SDM perminyakan yang handal.
Rekrutmen mahasiswa yang di terapkan merupakan sistem partisi menajemen PEM Akamigas. Dengan turun langsung mensosialisasikan ke kabupaten yang bekerjasama.
“Kami melakukan rekrutmen tidak flat secara nasional, kalau secara nasional peluang anak Surabaya dan anak Natuna akan berbeda. Ini karena alasan rentang kendali saja antara calon mahasiswa dan kampusnya,” jelas Perry.
Ia berharap pelajar Natuna dapat mengikuti proses rekrutmen mahasiswa ini secara profesional bukan karena meminta-minta tolong.
Basri mengapresiasi kehadiran dan kegiatan yang dilakukan PEM Akamigas.
Menurutnya lembaga pendidikan itu telah membawa peluang besar bagi generasi muda Natuna.
Basri menekankan kepada dinas terkait agar menyebarluaskan kabar baik ini sehingga proses rekrutmen calon mahasiswa nantinya dapat berjalan dengan baik.
Ia mengatakan Jangan sampai generasi ini menjadi generasi “strowbery”.
Maksudnya adalah generasi lemah, manja pengennya selalu ditolong. “enerasi kita harus menunjukkan kemauan dan kemampuan untuk Natuna berkembang lebih baik” tuturnya.(daeng)
Editor : Liza








































