Perkuat Sekolah Kejuruan
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung usai mengikuti dialog interaktif di RRI Tanjungpinang, Senin (14/3/2022). F: Helen

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Pendidikan Kepulauan Riau akan menggandeng pelaku usaha dan industri untuk memperkuat sekolah kejuruan.

Kepala Disdik Kepri, Andi Agung mengatakan, kerja sama ini akan mendukung upaya pemerintah mengurangi pengangguran dengan menciptakan tenaga kerja yang terampil.

Disdik juga akan mengevaluasi seluruh sekolah kejuruan untuk di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

“Harapankita supaya lapangan pekerjaan itu ada pengangguran semakin sedikit artinya mengurangi kemiskinan di Provinsi,” katanya, Senin (14/3/2022).

Melalui kerja sama ini pula, pelaku usaha dan industri daerah akan menjamin tersedianya fasilitas penunjang sekolah.

“Jurusan yang betul-betul artinya sesuai dengan dunia usaha yang ada di kota kita kenapa karena untuk mengisi nantinya mereka mereka ini jangan sampai yang ngisi dari luar,” imbuhnya.

Kendati demikian, penguatan sekolah kejuruan ini akan sedikit terkendala akibat tidak merata nya pelaku usaha dan industri di Kepri.

Disdik pun di paksa untuk mencari solusi agar sekolah-sekolah kejuruan di daerah minim industri turut merasakan inovasi ini.

“Kamilah yang berperan aktif bagaimana untuk bisa masuk bekerja sama dengan dunia industri dan dunia usaha,” ucapnya.

Diusulkan Anggota Komisi IV Wahyu Wahyudin

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin kerap mengkampanyekan penguatan sekolah kejuruan ini.

Bagi Wahyu, jumlah pengangguran di Kepri yang mencapai 10,12 persen dan penduduk miskin mencapai 144,46 ribu orang hanya bisa tuntas jika Disdik perkuat sekolah kejuruan.

Bagi Wahyu, lulusan sekolah kejuruan merupakan tenaga siap pakai dan terampil karena sudah di bekali keahlian khusus.

“SMK pelopor penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, sudah seharusnya jadi perhatian,” terangnya.

Pembangunan sekolah kejuruan baru perlu dilakukan dengan sosialisasi yang masif. Pembangunan dapat menggunakan CSR maupun bantuan pemerintah pusat.

Sekolah ini harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah seperti kejuruan pariwisata, agrobisnis, perikanan, dan budi daya.

Selain itu, sekolah juga harus di dukung dengan fasilitas penunjang dan berkolaborasi dengan industri setempat.

Anggota Fraksi PKS ini juga meminta agar SMK unggulan di Kota Batam menyediakan kuota bagi siswa berprestasi dari Kabupaten/Kota lain.

“Saya ingin agar SMK unggulan di Batam bisa menerima siswa siswi minimal 5 orang dari tiap Kabupaten/Kota,” ujarnya.

(Helen)
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here