
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Presiden BEM Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Alfi Riyan Syafutra meminta beasiswa yang dianggarkan Pemprov Kepri mengakomodir mahasiswa kurang mampu.
Riyan menyebut, beasiswa Pemprov Kepri belum pro mahasiswa kurang mampu karena hanya ditujukan untuk mahasiswa berprestasi.
Idealnya, beasiswa diberikan kepada mahasiswa kurang mampu agar bisa meningkatkan prestasi di bangku perkuliahan.
“Hak mahasiswa kurang mampu dalam pelaksanaan dan pemberian beasiswa Provinsi Kepulauan Riau ini tidak diperuntukkan,” katanya, Kamis (28/7/2022).
Riyan mengungkapkan, saat ini jumlah mahasiswa UMRAH sebanyak 9.000 orang, di antaranya ada mahasiswa kurang mampu dan membutuhkan bantuan beasiswa dari Pemprov Kepri. Bahkan tak sedikit yang meminta penangguhan uang kuliah tiap semester baru.
Persoalan ini kata Riyan tidak akan terjadi jika Pemprov Kepri dan Kabupaten/Kota menyediakan beasiswa sesuai amanat Pasal 76 Ayat 1 UU 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
“Undang-Undang ini tertuang dan sangat jelas dalam penjelasan tentang hak mahasiswa kurang mampu dan kewajiban Pemerintah Daerah, sementara Pemprov Kepri hanya peruntukan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi,” ujarnya.
Riyan pun meminta agar Gubernur Ansar Ahmad melakukan evaluasi, setidaknya menyediakan kuota khusus bagi mahasiswa kurang mampu.
“Kita akan pantau dan kawal prosesnya, dan kita akan evaluasi Gubernur Kepri khususnya di bidang pendidikan,” tambahnya.

Senada Ketua Himpunan Mahasiswa Kota Tanjungpinang (HMKT), Januarman mendesak Pemprov Kepri mengalokasikan beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu.
Beasiswa yang tepat sasaran akan membantu pengentasan kemiskinan di Kepri yang saat ini mencapai 6,24 persen dan 9,57 persen untuk Kota Tanjungpinang.
“Kami berharap gubernur mempertimbangkan kembali secara profesional dan komprehensif sebelum membuka pendaftaran beasiswa ini,” harapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur meminta Pemprov Kepri menyediakan kluster beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu tahun ini.
Seyogyanya, beasiswa bertujuan agar masyarakat kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
Sirajudin menegaskan, beasiswa yang hanya diperuntukan bagi mahasiswa berprestasi tidak menyelesaikan masalah kesenjangan mutu sumber daya manusia.
Kesenjangan terjadi karena rendahnya serapan lulusan SMA/SMK dari masyarakat kurang mampu yang melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
Anggota DPRD Kepri 2 periode ini pun meminta Pemprov Kepri bermitra dengan Perguruan Tinggi. Hanya dengan bermitra, beasiswa dapat dinikmati mahasiswa kurang mampu di tiap kampus di Kepri.
“Masalah mendasar kita di Kepri adalah kesenjangan mutu SDM, tidak hanya antar Kabupaten/Kota tapi juga antar struktur sosial. Jadi solusinya bantu mereka yang kurang mampu untuk bisa kuliah juga,” tegasnya
Penulis: Nuel










































