Kondisi lapak meja Pasar Baru 1 Tanjungpinang yang kosong ditinggalkan pedagang belasan tahun.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Kepri Bobby Janyanto menyarankan Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma mengganti Direktur PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Fahmi.

Alasan permintaan itu karena Fahmi dinilai kurang becus mengelola pasar yang merupakan milik Pemko Tanjungpinang tersebut.

Bobby menuturkan, sudah tiga tahun sejak kepemimpinan Fahmi, laporan keuangannya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dipimpinnya itu selalu merugi.

Bahkan parahnya lagi, banyak karyawan yang mengundurkan diri karena gaji dibayarkan selalu terlambat.

Selain itu, kondisi pasar yang dikelola terkesan tidak terurus. Banyak lapak yang kosong karena kebijakan yang dilakukan memberatkan pedagang.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Tanjungpinang Reni. Bahwa kondisi PT TMB saat ini sangat memprihatinkan.

Harusnya bisa dikelola dengan baik karena hanya menerima sewa serta Dana Bagi Hasil (DBH) dari karcis di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) yang dikelola PT Pelindo.

“Saya juga heran kalau laporan keuangan merugi setiap tahunnya. Ini perlu diperjelas kemana saja anggarannya. Sepertinya harus dipimpin orang yang tepat agar bisa menghasilkan,” paparnya.

Reni menuturkan, PT TMB tiga tahun lalu bisa memberikan laba senilai Rp400 juta per tahun. Bila tidak bisa meningkat harusnya tetap sama.

Selain itu, Reni juga menyoroti biaya Uang Muka Penempatan (UMP) Rp5 juta hanya sekali cicil. Hal ini tentu membuat para pedagang lain memilih berjualan di pinggir jalan karena terlalu berat.

“Bagaimana mungkin pedagang kecil mau, lebih baik dana Rp5 juta itu digunakan untuk modal,” tuturnya.

Bila ingin mengembalikan fungsi pasar, harusnya PT TMB bisa bekerjasama dengan para pedagang. Khususnya yang kondisinya sulit saat ini.

Misalnya, UMP bisa dicicil dan Surat Perjanjian (SP) akan diberikan setelah lunas. Kedua, biaya sewa juga bisa dicicil setiap bulannya.

“Berikan keringanan daripada para pedagang meninggalkan kios dan meja jualan. Sekarang kondisinya sepi,” paparnya.

Terkait hal ini, ia meminta kepala daerah fokus menyelesaikannya. Bila Direkturnya tidak bisa, maka perlu dipertimbangkan jabatan tersebut.

“Ini bisnis, pemerintah sudah memberikan aset yang dikelola. Jika rugi terus buat apa dipertahankan,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, banyak meja dan kios di Pasar Baru 1 yang kosong. Pasar makin sepi dan banyak pedagang yang mengeluh.

Salah satu pedagang Deny menuturkan, sejak kepemimpinan Fahmi bahkan tidak pernah melihat turun ke lapangan.

“Setahu saya sampai saat ini tidak pernah turun. Kondisi saat ini begini bisa jadi tidak tahu. Sepi dan banyak kios yang tutup,” paparnya.

Persoalannya para pedagang berat membayar sewa. Bukan tidak mau, mungkin perlu perpanjangan pembayaran atau keringanan.

Kondisi saat ini, Pasar Baru I dan II, sepi dari pengunjung. Kebanyakan pedagang pindah berjualan atau kini bangkrut.

Penulis: Prb
Editor: Liza

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here