
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik rencana Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang membuka Fakultas Kedokteran dan Kesehatan di tahun 2023.
Pembukaan Fakultas Kedokteran ini akan mendukung upaya Pemerintah memeratakan distribusi dokter dan perawat di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Muhammad Bisri mengatakan, distribusi dokter di Kabupaten/Kota masih belum merata khususnya Kabupaten Lingga dan Karimun.
Momentum ini harus dimanfaatkan oleh Pemkab Karimun dan Lingga untuk memenuhi kebutuhan dokternya.
Bisri pun mendorong agar Pemkab Karimun dan Lingga menganggarkan beasiswa untuk mahasiswa tempatan yang kuliah kedokteran di UMRAH.
Mahasiswa penerima mahasiswa nantinya akan langsung diangkat menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan ditempatkan di fasilitas kesehatan yang kekurangan tenaga dokter.
“Mungkin dari sekian mahasiswa yang diterima misalnya 40 orang nanti separuhnya akan pakai beasiswa dari Kabupaten/Kota,” katanya, Rabu (24/8/2022).
Bisri menerangkan, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat di daerah terpencil, Pemprov Kepri telah merekrut dokter dan bidan PTT.
Ia pun meminta kebijakan serupa bisa dilaksanakan Pemkab Karimun dan Lingga untuk memenuhi kebutuhan dokter nya.
“Pemerintah Provinsi Kepri masih membiayai dokter PTT sementara di Desa-desa itu, kemudian bidan juga. Kita mendorong Kabupaten/Kota juga begitu sama,” pintanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur mengusulkan agar Pemprov menyiapkan beasiswa untuk mahasiswa asal Kepri yang kuliah kedokteran di UMRAH.
Sirajudin menuturkan, keberadaan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMRAH merupakan langkah maju untuk pemerataan tenaga kesehatan di Kepri.
Sebagai wilayah kepulauan, Kepri masih kekurangan tenaga dokter dan perawat di fasilitas kesehatan khususnya Puskesmas.
Melalui pemberian beasiswa, Sirajudin optimis, pemerataan akan terwujud, karena penerima beasiswa diwajibkan bersedia ditempatkan di fasilitas kesehatan yang kekurangan dokter atau perawat.
“Wilayah kita kepulauan, masyarakat pesisir sulit menjangkau akses kesehatan yang memadai karena kendala transportasi. Maka fasilitas kesehatan yang ada di pulau-pulau harus ditingkatkan kualitasnya,” tambahnya.
Penulis : Ade
Editor : Nuel






































