Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari saat melaksanakan edukasi pelayanan publik di SMKN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kamis (8/12/2022). Foto:Sijoritoday.com/istimewa

NATUNA,SIJORITODAY.com – Kepala Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat Siadari meminta Dinas Pendidikan Kepri segera merenovasi SMKN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Itu menyusul fenomena berkurangnya minat siswa SMP masuk SMK. Dari total siswa SMA sederajat, hanya 9 persen siswa SMK sedangkan sisanya 91 persen merupakan siswa SMA.

”Di Natuna terdapat 14 SMA dengan jumlah siswa sebanyak 3.200. Sedangkan SMK ada 6 dengan jumlah siswa 328 orang. Kalau di rata-ratakan setiap SMA minimal terdapat 229 siswa sedangkan setiap SMK hanya 54 siswa,” katanya, Kamis, (8/12/2022).

Lagat menerangkan, pihaknya menemukan fakta bahwa SMKN 1 Bunguran Timur hanya memiliki 120-an siswa.

Padahal, SMKN 1 Bunguran Timur memiliki 4 jurusan yaitu Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), Agribisnis Perikanan (AP), Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI) dan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI).

Jumlah siswa yang sedikit berpengaruh pada kecilnya Dana BOS sehingga menyebabkan bangunan sekolah terkesan sudah terlantar dan kurang terawat serta fasilitas yang minim.

”Minimnya siswa di SMK 1 Bunguran Timur Natuna, berdampak pada kecilnya dana BOS yang diperoleh sehingga mempengaruhi kemampuan finansial untuk operasional dan perawatan sekolah,” ujarnya.

Lagat menambahkan, uang sekolah atau SPP di SMKN 1 Bunguran Timur Rp100 ribu per bulannya atau lebih mahal dari SMA yang hanya Rp50 ribu.

Siswa juga harus merogoh kocek lebih dalam bila ada praktik kerja dan ujian kompetensi.

”Adanya keterbatasan fasilitas di Natuna, terkadang mengharuskan siswa melakukannya di luar daerah di antaranya Batam, Jakarta atau Kalimantan Barat. Orang tua kembali terbebani untuk menyiapkan pembiayaan transportasi, akomodasi dan konsumsi,” tambahnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here