
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kepulauan Riau menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 4,14 persen pada tahun 2026.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang menyampaikan, Kepri saat ini berada pada posisi keempat provinsi dengan persentase penduduk miskin terendah di Indonesia, yaitu 4,44 persen per Maret 2025. Capaian ini dinilai sebagai modal besar untuk bergerak lebih agresif.
“Angka 4,44 persen ini menunjukkan bahwa kita telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kepri. Ini menjadi modal besar kita untuk terus bekerja keras,” katanya, Selasa (25/11/2025).
Nyanyang juga menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar mengandalkan satu atau dua program.
Karena itu, lanjutnya Pemprov Kepri telah menetapkan arah kebijakan yang lebih terukur dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, dengan target menurunkan persentase penduduk miskin menjadi 4,14 persen.
Untuk mencapai sasaran tersebut, Nyanyang memaparkan dua strategi besar yang harus diperkuat di seluruh kabupaten/kota.
Pertama, pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin melalui berbagai program jaring pengaman sosial yang tepat sasaran dan ditopang oleh integrasi data.
Kedua, peningkatan kapabilitas dan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan, pelatihan keterampilan, perluasan akses modal, hingga penciptaan lapangan kerja.
Nyanyang juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya data yang akurat dan terbarukan.
Ia menyampaikan bahwa seluruh program harus berbasis pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah disinkronkan dengan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
“Tanpa data yang valid, program kita tidak akan efektif,” tegasnya.
Penulis: Nuel






































