Kampung Aceh, Kelurahan Mukakuning, Kecamatan Sei Bedug, Batam, Rabu (17/2) Foto : red

BATAM, SIJORITODAY.com-— Sejumlah warga yang bermukim di kawasan Kampung Aceh mengaku telah menjadi korban penjarahan saat terjadinya penggerebekan di Kampung Aceh, pada beberapa hari yang lalu.

Warga mengaku mengalami kerugian setelah segelintir oknum polisi yang ikut dalam penggerebekan tersebut mengambil sejumlah barang dari dalam rumah mereka. Kerugian warga bukan hanya barang barang berharga seperti telepon seluler dan laptop, namun ada juga pedagang yang mengalami kerugian akibat barang dagangannya diambil tanpa dibayar.

“Dagangan minuman ringan saya diambil polisi berseragam, mereka ambil saja tanpa ada yang membayar,”ujar Fitri salah seorang pedagang kecil di kawasan tersebut.

Pedagang kecil lainnya mengaku pada penggerebekan tahun 2015 yang lalu, petugas kepolisian masuk dengan merusak warung miliknya. Usai diobrak abrik polisi, diketahui sejumlah barang dagangan, telepon seluler serta perhiasan emas raib, ujar Ani.

Atas kehilangan sejumlah barang kemudian dirinya mendatanggi Mapolresta Barelang untuk melaporkan kehilangan sejumlah barang setelah pengerebekan yang dilakukan polisi. Namun laporan tidak ditanggapi diminta untuk melapor ke Mapolda Kepri di Nongsa.

“Saya tidak keberatan polisi menjalankan tugas mengeledah warung yang dicurigai memiliki narkoba, tapi tolong barang barang saya jangan diambil”. kata dia.

Lain lagi yang dialami Yusuf, pekerja harian. Pada saat pengerebekan saya sedang tidak dirumah.  Begitu pulang, rumah sudah dijebol dan isi rumah berhamburan. Setelah dilakukan pengecekan sejumlah barang miliknya sudah tidak ada lagi pada tempatnya.

“Pulang kerja Saya liat celana yang bagus bagus gak ada lagi, kopi untuk persedian seminggu pun lenyap, warga bilang rumah Saya dibongkar beberapa polisi saat razia itu,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Polisi Daerah Kepulauan Riau, Brigjen Pol Sam Budigusdian yang ditanyakan mengenai hal ini usai pertemuan di gedung Graha Kepri mengatakan, pada saat penggerebekan anggotanya hanya membawa senjata tajam dan mesin judi jenis gelper dari kampung aceh. Seluruh barang bukti yang disita dari lokasi pengerebekan sesuai prosedur dengan dibuatkan berita acara.

“Waktu penggerebekan kami hanya mengamankan parang, pisau dan ada juga mesin gelper dari lokasi itu,”ujarnya.

Kapolda Kepri mempersilahkan bagi warga yang merasa kehilangan untuk melaporkan hal tersebut.

“Laporkan saja apa saja yang hilang,”ujarnya.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here