Warga Malang Jawa Timur Jalan kaki keliling Indonesia untuk keadilan putranya yang jadi korban tabrak lari oleh anggota Polri. Selasa (1/3) Foto : ist/ST

BATAM, SIJORI TODAY, com — Indra Azwan(57) warga jalan Letjen S Parman, Malang, Jawa Timur berjalan kaki keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke, hanya untuk mencari keadilan bagi Si buah hatinya. Rizki Andika menjadi korban tabrak lari yang dilakukan oknum perwira Joko Sumantri pada 23 tahun yang lalu.

Keliling Indonesia dengan berjalan kali dimulai Indra Azwan dari daerah Sabang, Nangro Aceh Darusalam, kemudian menuju Medan, Sumetara Utara, Pekanbaru, Riau dan pada Selasa (01/3) ayah dari Rizki Andiki tiba di kota Batam, Kepulauan Riau.

Dari perbincangan sijoritoday.com dengan  Indra, jalan kaki keliling Indonesia dilakukan demi keadilan kasus tabrak lari yang menimpa anaknya 23 tahun lalu, yang tak kunjung mendapat keadilan. Bahkan pelaku masih aktiv berdinas  sebagai polisi di Polresta Blitar. Sudah empat jabatan Kapolri berganti, tetap hanya janji-janji oleh Kapolri untuk menindak bawahannya.

“Kasus tabrak lari yang dilakukan perwira ini terjadi pada tahun 1993 sehingga nyawa anaknya tak tertolong lagi, namun baru masuk pengadilan pada tahun 2008 sehingga majelis hakim memutuskan kasusnya kadaluarsa,” Kata Indra yang dijumpai berjalan kaki di Halte Legenda Malaka. Selasa(01/03).

Mengetahui kasus anaknya dianggap kadaluarsa, pada pertengahan  tahun 2014 kemudian ia bersama Oditur Militer mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Namun hingga  saat ini belum diketahui apakah sudah ada keputusan atau belum sama sekali.

Sudah pada empat jabatan Kapolri Indra Azwan  mengadu,  terakhir pada Kapolri Badrodin Haiti agar melakukan tindakan terhadap bawahannya, tetapi ya itu tetap saja janji,” Ujarnya.

Kata Dia, untuk mendapat keadilan terhadap anaknya kali ini Ia memutuskan berjalan kaki menjelajahi Nusantara, dimulai dari Sabang hingga Papua.  Aksi ini dilakukan salah satunya terkait lambat dan sulitnya  administrasi di Mahkamah Agung dalam pengiriman salinan putusan terhadap kasus yang menimpa anaknya.

“Akibatnya, kami dalam mencari keadilan melalui advokasi hukum lainnya untuk merebut keadilan jadi tertunda dan inilah cerminan hukum pengadilan yang tidak berpihak terhadap rakyat kecil,” Kata Dia.

Dalam aksi jalan kaki ke seluruh nusantara ini, setiap daerah yang disinggahi Indra Azwan selalu berusaha untuk bertemu dengan kepala pemerintahan daerah dan  masyarakat untuk meminta tanda tangan sebagai bentuk dukungan moril terhadap dirinya dalam memperjuagkan keadilan bagi almarhum putra tercinta.

Selain itu  Indra Azwan juga berusaha bertemu media setempat untuk memberitahukan lemahnya hukum di negara kita yang hanya berpihak terhadap yang berkuasa.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here