Rumah liar yang terletak berdampingan dengan perum Anggrek Mas dibongkar paksa Ditpam BP Batam, Kamis (10/3) Foto : pet

BATAM, SIJORI TODAY, com — Sebanyak enam rumah liar(Ruli) yang berlokasi di depan  Perumahan Anggrek Mas, Kecamatan Batam Kota, Kamis(10/03) dibongkar paksa pihak Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan Batam. Pembongkaran terpaksa dilakukan dikarenakan rumah liar berdiri di kawasan jalur hijau.

Puluhan personil Ditpam BP Batam melakukan membongkar paksa ruli yang dibangun di walayah jalur hijau. Selain sebagai tempat tinggal, rumah liar juga digunakan sebagai tempat pengumpulan beragam jenis barang bekas.

Salah seorang penghuni rumah liar  bernama Itok(42) menuturkan, sangat kecewa dengan adanya pembongkaran paksa yang dilakukan Ditpam BP Batam.

Batas terakhir yang diberikan sesuai surat peringkatan jatuh esok hari, namun hari ini sudah dilakukan pembongkaran paksa dan kami belum mendapat lokasi baru untuk pindah.

“Batas akhir besok tapi hari ini sudah dibongkar paksa sehingga kami tak tahu mau tinggal dimana,” Kata Dia dilokasi sambil berurai air mata.

Kata Dia, parahnya lagi ada oknum Ditpam yang menjanjikan tidak akan melakukan pembongkaran rumah kami tetapi harus merogoh kocek Rp3 juta rupiah, kalau tidak dibayar tetap dibongkat.

“Ada oknum Ditpam minta uang Rp3 juta maka pembongkaran paksa ditunda, namun uang kami tidak cukup, makanya dibongkar,” Ujarnya.

Sementara itu, pihak Ditpam BP Batam sebelum tindakan pembongkaran dilakukan telah memberikan beberapa kali surat peringatan pada warga yang bermukim di rumah liar.

Menurut Kepala Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam Cecep Rusmana yang dihubunggi melalui telepon seluler mengatakan, penertiban rumah liar sesuai dengan surat keputusan bersama antara walikota Batam dengan BP Batam no KA.09/HK/111/2001 tentang penanggulangan rumah liar dan penyelamatan daerah Tangkapan Air Kota Batam.

“Penggusuran paksa terhadap enam Ruli yang juga dijadikan tempat pengumpulan besi tua yang berada dijalur hijau perum Anggrek Mas sudah sesuai prosedur. Dimana sudah diperingatkan melalui surat peringatan 1, 2 dan 3.

Surat Peringatan pertama Direktur Pengamanan BP Batam no 27/A3/PG.00 03/5/2015 tanggal 7 Mei. Surat kedua no 029/A3.4/PG 00.03/5/2015 tanggal 16 Mei dan surat ketiga dikeluarkan tanggal 25 Mei no 032/A3.4/PG.00.03/5/2015.

Dan terakhir surat perintah bongkar untuk segera mengosongkan lokasi dan membongkar bangunan terhitung mulai tanggal 7 maret s/d 11 maret 2016.

Petugas Ditpam menghentikan pembongkaran setelah ibu-ibu beserta anak-anak pemilik rumah liar berteriak dan menangis menyaksikan rumah mereka dibongkar paksa.  Akibat pembongkaran ruli, warga kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian mereka.

Penulis :  pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here