Bea dan Cukai Kepri Tangkap Rokok Ilegal Huffman dan A100 Classic di Perairan pulau Mantang Kabupaten Bintan, Sabtu (23/04/2016) Foto : red

KARIMUN, SIJORITODAY.com—Kapal Patroli BC-10021 Bea dan Cukai menangkap sebuah speedboat tanpa nama bermuatan ratusan karton rokok tanpa cukai di perairan pulau Mantang, Kabupaten Bintan, Sabtu (23/04/2016). Rencananya rokok merek Luffman dan A100 Classic akan dipindah kapalkan (ship to ship) dan dibawa menuju wlayah Tembilahan provinsi Riau.

Speedboat dengan lima mesin tempel 200 pk membawa sebanayk 254 karton rokok dengan merek A100 Classic serta sebanyak 103 karton merek Luffman. Rokok yang menjadi muatan speedboat merupakan rokok ilegal tanpa cukai.

Delapan orang termasuk nahkoda yang berada diatas speedboat ditangkap petugas. Mereka kemudian digiring menuju Kantor wilayah Bea dan Cukai Kepulauan Riau di Tanjung Balai Karimun untuk pemeriksaan.

Dari keterangan nahkoda speedboat kepada petugas Bea dan cukai, sebelum tertangkap mereka telah tiga berhasil meloloskan rokok tanpa cukai dengan jumlah yang hampir sama. Rencananya rokok tanpa cukai akan dipindah kapalkan atau ship to ship dengan kapal lain yang akan membawa rokok menuju wilayah Tembilahan di provinsi Riau.

Para pelaku sempat melakukan perlawanan ketika petugas Bea dan Cukai melakukan penghadangan terhadap speedboat yang datang dari arah east out port limit (OPL) Malaysia.

Mereka menabrak kapal patroli Bea dan Cukai, seorang diantara pelaku mendapat perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Batam akibat terkena peluru senjata petugas Bea dan Cukai yang ditembakan untuk meumpuhkan mesin speedboat.

Kepala Bidang Penindakan dan Pencegahan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kepulauan Riau, Raden Evi pada sejumlah jurnalis mengatakan, pihaknya masih melakukan penyeldikan asal dan pemilik rokok tanpa cukai tersebut.

“Masih pengembangan ini mungkin banyak dugaan. Inikan tidak ada diproduksi oleh mana mungkin minta waktunya untuk pengembangan lebih lanjut. Seperti yang disampaikan ini ada yang memerintahkan dan Bea dan Cukai akan bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk mengungkapnya”, ujar Evi.

Atas pelanggaran yang dilakukan potensi kerugian negara mencaoak 1,1 milyar rupiah. Kedelapan pelaku diduga melanggar undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai.

Kedelapan orang pelaku dan barang bukti kini berada di Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kepri, Tanjung Balai Karimun untuk proses selanjutnya.

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here