Nurdin Basirun, Gubernur Kepri dan Ngurah Swajaya Duber RI Singapura usai pertemuan Koordinasi Perdana membahas sejumlah isu di Kantor Gubernur, Dompak, Raub (20/7) Foto : pan

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Setelah melalui tahap pembahasan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dengan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun sepakat tingkatkan investasi dan Pariwisata di Provinsi Kepri.

Sebelumnya, Duta Besar (Dubes) RI di Singapura, Ngurah Swajaya dan Gubernur Kepri melakukan pertemuan Koordinasi Perdana melibatkan jajaran terkait masing-masing, untuk identifikasi upaya peningkatan peluang kerja sama investasi, perdagangan, pariwisata serta pembahasan isu-isu strategis, kerja sama bilateral Indonesia dan Siangapura.

Dubes RI , Ngurah Swajaya mengatakan sebagai wilayah terdepan perbatasan wilayah Singapura – Provinsi Kepri khususnya kawasan Batam, Bintan ,dan Karimun. Memiliki posisi strategis dalam kerja sama Ekonomi Bilateral kedua Negara. Kedua Negara juga memiliki kelompok kerja Batam, Bintan ,Karimun sebagai bagian strategis kerja sama ekonomi bilateral kedua negara.

“Revitalisasi Batam dan pembenahan yang dilakukan Pemerintah Pusat bersama sama Pemerintah Daerah memberikan Momentum Positif dalam peningkatan investasi dan pariwisata kedua negara dengan memanfaatkan komplimentaritas kedua Negara,” jelas Ngurah.

Selama beberapa tahun terakhir data statistik menunjukan bahwa Singapura adalah investor asing terbesar di Provinsi Kepri. Sejak awal tahun hingga 18 juli 2016, nilai investasi Singapura disetujui dan jumlah proyek investasi yang akan dilaksanakannya di Provinsi Kepri masing – masing US$ 3,6juta dalam 17 proyek.

Pada sektor Pariwisata Singapura juga merupakan negara asal turis asing terbesar ke Indonesia dengan jumlah turis tercatat sebanyak 1.519.430 orang pada tahun 2015. Dari jumlah tersebut 1.094.220 orang diantaranya masuk dan berkunjung ke Indonesia melalui Provinsi Kepri khususnya Batam dan Bintan.

“Hubungan bilateral Indonesia dan Singapura terus berkembang positif bagi kepentingan kedua Negara sebagai negara tetangga dengan berbatasan langsung dan intraksi yang sangat tinggi dan dinamis, tentunya berbagai masalah juga potensial muncul dan memerlukan penanganan dan terkoordinatif, kerja sama dan koordinasi antara KBRI Singapura dan berbagai unsur Pemprov Kepri menjadi penting,” ditambahkannya.

Melalui rapat penyelenggaraan koordinasi yang melibatkan unsur terkait pada KBRI Singapura dan Provinsi Kepri, maka diharapkan akan dapat mengidentifikasi isu isu strategis yang memerlukan perhatian dan korrdinasi penanganan antara KBRI dengan Pemrov Kepri.

Disela sela rapat koordinasi Dubes RI Singapura disaksikan Gubernur Kepri secara simbolis menyerahkan santunan asuransi sebesar total S$ 142.502.01( seratus empat puluh dua ribu lima ratus dua dolar Singapure) atau setara dengan jumlah 1,38 miliar rupiah kepada istri/ahli waris almarhum Cemmy Nico Tiwow, ABK asal Tanjung Balai Karimun yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas sebagai pelaut (kapten kapal Tug Boat Perusahaan Singapura) pada 23 juli 2015 dirumah sakit National University Hospital Singapura.

 

Penulis : ambok akok/pan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here