BINTAN,SIJORITODAY.com – – Bank Indonesia (BI) dalam Surat Edaran nya No. 15/40/DKMP tanggal 23 September 2013 lalu mengatur bahwa syarat uang muka atau DP kendaraan bermotor melalui bank minimal adalah 25% untuk roda 2 dan 30% untuk kendaraan roda 3 atau lebih untuk tujuan nonproduktif, serta 20% utk roda 3 atau lebih untuk keperluan produktif.

Begitu juga Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang perusahaan Leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan.

“Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012,” ucap AKBP Iqbal melalui Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Lamen Sarihi Minggu (7/8).

Lanjut Lamen, Menurut UU No 42 Tahun 1999, fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dengan dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yg mengalihkan. Dia (Lamen) juga menjelaskan Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor Kita sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut.

“Maka, Pihak leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fedusia ini. Jadi, perjanjian fidusia ini melindungi aset konsumen, leasing tidakk bisa serta merta menarik kendaraan yang gagal bayar karena dengan perjanjian fidusia, alur yg seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke pengadilan,” terangnya.

Sehingga, kata Lamen kasus Anda akan disidangkan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan Anda dan kendaraan Anda akan dilelang oleh pengadilan.

“Uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan utk membayar utang kredit Anda ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada Anda,” papar Lamen.

Jadi jika kendaraan anda akan ditarik leasing, mintalah surat perjanjian fidusia dan sebelum ada surat fidusia tersebut jangan bolehkan penagih membawa kendaraan anda. Karena, jika mereka membawa sepucuk surat fidusia (Yang ternyata adalah palsu) silakan anda bawa ke hukum, pihak leasing akan didenda minimal Rp 1,5 milyar.

“Tindakan Leasing melalui Debt Collector/’Mata Elang’ yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindak pidana Pencurian,
Jika pengambilan dilakukan dijalan, merupakan tindak pidana Perampasan
Mereka bisa dijerat Pasal 368 Juncto Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4,” tutup Lamen.

Penulis : akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here