BATAM, SIJORITODAY.com– Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 13 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) illegal dari pelabuhan Sekupang Batam menuju Malaysia, Senin (8/8).

Tim WFQR berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku yaitu “LT” alis “B” yang berperan sebagai jurumudi atau tekong speed boat, “S” dan “R” sebagai anak buah kapal (ABK). Ketiganya melakukan upaya pengiriman TKI ke Malaysia secara illegal atas permintaan “Y” yang merupakan pengurus TKI yang beralamat di Teluk Sunci Batam.

Karena persediaan BBM yang menipis maka para pelaku memutuskan untuk menurunkan para TKI illegal di P. Rawa untuk selanjutnya para pelaku menuju Lagoi dengan mendayung speed boat untuk mengisi BBM dan mencari bahan makanan.

Penangkapan ketiga pelaku berawal dari kecurigaan tim WFQR Posal Lagoi yang melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari ketiganya.
Berbekal keterangan dari hasil interogasi yang dilakukan oleh tim WFQR terhadap para pelaku, Danposal Lagoi dengan menggunakan Patkamla Lobam bergerak menuju P. Rawa untuk menjemput TKI yang ditinggal oleh para tersangka.

Danlantamal IV mengatakan bahwa Lantamal IV tidak akan pernah mentolerir segala bentuk kejahatan dan tindakan illegal yang dilakukan di perairan Kepri. Segala bentuk kejahatan akan kita berantas sampai ke akar-akarnya, jangan pernah ada yang mencoba-coba bermain disini karena kita konsisten untuk mewujudkan perairan Kepri dan selat Malaka sebagai zona aman yang bebas dari segala bentuk tindak kejahatan.

“Sebanyak 13 orang TKI (12 dewasa, 1 bayi) yang berasal dari berbagai daerah seperti Jambi (4 orang), Lombok (2 orang), NTT (3 orang) dan Purwakarta (4 orang), mereka adalah Safrizal, Lilik Susanti, Muhammad, A. Halik, Sukardi, Muhamad Taufik, Veronica, Jonah, Stanis Laus Arkiah, Soleh, Popon, Wati Suryana, Muhamad Ali (bayi),” jelas Laksma TNI S. Irawan.

Dikatakan pula bahwa sebenarnya ada 25 TKI yang akan dikirim ke Malaysia dengan biaya tiap orang Rp. 700.000,00, namun mengingat speed boat yang digunakan disepakai pengiriman dilakukan dalam dua tahap, namun rencana mereka dapat digagalkan oleh tim WFQR.

“Para TKI ini diajak oleh teman-teman mereka yang sudah terlebih dahulu menjadi TKI di Malaysia. Mereka menggunakan jasa pengiriman TKI illegal dengan membayar uang Rp. 1.500.000,00 sampai dengan Rp. 3.000.000,00 per orangnya,” imbuh Danlantamal IV.

“Pada hari pukul 01.00 WIB, unit 1/Jatanrasla WFQR 4 di Batam telah mengamankan “Y” terduga otak pelaku penyelundupan TKI illegal dari Batam ke Malaysia, yang bersangkutan diamankan di Perum Tiban Mas RT 06 RW 03 No. 30 Kel. Tiban Lama Kec. Sekupang Batam. Untuk pendalaman dan proses hukum lebih lanjut, yang bersangkutan akan segera di bawa ke Tanjungpinang,” imbuh orang nomor satu di jajaran Lantamal IV.

Pada kesempatan tersebut Danlantamal IV menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim WFQR dalam upayanya menggagalkan pengiriman TKI ke Malaysia. Danlantamal berpesan kepada tim WFQR untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat para pelaku kejahatan di laut selalu memanfaatkan kelengahan aparat hal ini terbukti dengan operasional mereka yang dilakukan pada tengah malam.

“Kita sebagai aparat penegak hukum tidak boleh kalah dari para pelaku kriminal di laut, jangan pernah memberikan ruang gerak kepada mereka. Seluruh stake holder harus bersatu dan bersinergi untuk mewujudkan perairan Kepri yang aman,” tegas Danlantamal IV.

Bersama para tersangka tim WFQR mengamankan speed boat yang tidak dilengkapi dengan dokumen pelayaran, sedangkan para TKI masih diamankan di Posal Lagoi sambil menunggu hasil koordinasi dengan pihak Imigrasi.

Sumber : Dispen Lantamal IV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here