LINGGA, SIJORITODAY.com – –Kabupaten Lingga, saat ini telah mencuri perhatian pemerintah pusat dengan upaya gebrakan yang dikeluarkan oleh Bupati Lingga, Alias Wello. Namun, ada sayangnya, Ibukota Kabupaten Lingga tersebut kini banyak berserakan kotoran sapi.

Kasiman, Asisten II Bupati Lingga dalam forum diskusi penertiban hewan ternak bersama masyarakat, mewakili Bupati, di Kantor Camat Lingga, mengatakan, penertiban hewan ternak, sudah tertuang dalam Peraturan Daerah nomor 19 tahun 2011. Dimana pada pasal 3 ayat 2 menerangkan setiap hewan ternak yang mengganggu ketertiban lingkungan, merusak tanaman, bangunan dan sebagianya, harus mendapat sangsi.

“Kami miris, Kecamatan Lingga sebagai ibukota kabupaten justru banyak kotoran sapi berserakan di jalanan. Bahkan sapi-sapi yang berkeliaran di jalan itu sudah banyak menyebabkan kecelakaan yang menelan korban,” ungkapnya Senin (08/08).

Ditambahkan Kasiman, bahwa Lingga seharusnya malu sebagai wajah ibukota dikabupaten adanya kotoran ternak Sapi Berserakan. Padahal, saat ini Lingga tengah menjadi sorotan Pemerintah Pusat.

“Kita malu, beredar di media-media tentang ibukota kabupaten Lingga yang berserakan dengan ternak sapi, bahkan kotoran ternak bertumpukan di jalan. Anggota saya tiap hari membersihkan kotoran ini,” kata Pejabat Daerah yang juga merangkap jabatan sebagai Plt Kadis Pekerjaan Umum diPemkab Lingga ini.

Terkait hal ini, Syafri Sidek, Kepala Desa Musai mengaku siap membuat sangai tegas kepada pelanggar aturan penertiban hewan ternak di desanya. Menurutnya, apapun sangsi yang sudah di buat, harus tetap di jalankan. pihaknya akan sangat mendukung, dan meminta izin untuk mengimbau kepada seluruh masyarakat terkait adanya penerapan aturan sangsi tersebut.

“Kalau kita mau berbuat baik, pahit pun itu harus kita telan. Meski dalam penyelenggaraannya nanti terdapat pro dan kontra, pihak Desa siap,” paparnya.

Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here