TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Terkait Puluhan Mahasiswa menduduki ruangan Auditorium kampus UMRAH di Dompak diduga mahasiswa tersebut prihatin dengan perpecahan yang terjadi di UMRAH, dan sejumlah Dosen juga disebut-sebut melayangkan mosi tak percaya yang ditembuskan langsung ke Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi.

Profesor Dr Syafsir Akhlus menjelaskan mengenai Mosi tidak percaya, tidak ada yang bertanggung atas dokumen tersebut. Bahkan, dengan tegas dirinya mengatakan, Kalau ada yang berani tanggung jawab, maka mereka pasti sudah menghadap dirinya.

“Menurut saya itu tidak ada, kalau ada berarti orang yang bersangkutan yang bermasalah,” ungkap Rektor UMRAH, Profesor Dr Syafsir Akhlus MSc,saat dihubungi Kamis (11/08).

Menanggapi tudingan Mahasiswa dalam aksi tersebut yang mengatakan bahwa Rektor UMRAH, Profesor Dr Syafsir Akhlus MSc, gagal dalam mengelola organisasi di bawah kepemimpinannya, sehingga menimbulkan suasana kampus yang tak Kondusif. Kini mendapat pertanyaan balik dari Profesor tersebut.

“Yang merasa ada perpecahan berarti mereka yang memecahkan diri. Suasana apa yang tidak kondusif?,” cetusnya.

Sementara, mengenai tuntutan mahasiswa kepada dirinya agar dapat mengevaluasi keputusan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017, yang diungkapkan mahasiswa tersebut dalam aksinya yang mengatakan, keputusan rektor mengenai pemberlakuan UKT bagi mahasiswa baru dinilai bertentangan dengan Peraturan Mentri Riset dan Pendidikan Tinggi (Permenristikdikti) Nomor 39 Tahun 2016 tentang penetapan UKT, langsung dibantah dirinya.

“Salah. Keputusan Rektor tentang UKT seluruhnya sudah sesuai aturan termasuk Distribusinya. Silahkan lihat catatan di BAKK. Kalau ada yang minta UKT diluar ketentuan justru saya tolak. Jangan dibalik, kalau bicara pakai data. Kami sudah melaporkan adanya lampiran kepmen yang salah, sedang dalam perbaikan (administratif) ,” terangnya.

Akhlus juga menjelaskan keputusan rektor sesuai dengan keputusan menteri, bidik misi didistribusi ke ketiga jalur, jumlah UKT 1 dan 2 plus bidik Misi sudah lebih dari 20%. “Kalau mereka akan menolong mahasiswa yang tidak mampu bayar UKT, berbuatlah seperti mahasiswa di universitas lain yaitu mencari donatur untuk calon mahasiswa baru tersebut. Itu baru solusi Universitas akan memberikan beasiswa setelah mahasiswa terdaftar (Kecuali bidik misi). Kalau mahasiswa berprestasi, akan ada banyak peluang beasiswa Kuncinya harus berprestasi,” ucapnya yang saat ini masih mengijuti acara di ITS (akademik).

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, usai menggelar aksinya, puluhan mahasiswa menduduki Auditorium karena tak ada satu pun pejabat yang berwenang yang menemui mereka. Selain itu, sejumlah dosen dan staf UMRAH telah melayangkan surat mosi tak percaya terhadap salah satu pejabat teras melalui rektor. Bahkan, mosi tersebut juga ditembuskan ke Menristidikti dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

 

Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here