LINGGA, SIJORITODAY.com- – Jalan longsor menuju Dusun I Tanjung Bungsu, Desa Resun Pesisir, Kecamatan Lingga Utara semakin memperihatinkan.

Pasalnya, longsor yang berada ditengah tanjakan jalan tersebut semakin terkikis sedikit demi sedikit. Ditambah lagi, hujan yang mengguyur beberapa hari belakangan ini, membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, walaupun jalan tersebut telah terbelah lebih dari separuh jalan utama, namun pemerintah daerah tidak mampu berbuat banyak, dikarenakan tidak memiliki anggaran untuk melakukan peningkatan jalan tersebut.

Tidak hanya di titik longsor itu saja yang menjadi perhatian, akan tetapi sejumlah tanjakan lainnya juga sudah ber parit akibat dihantam arus air. Sehingga mengancam tebing-tebing di pinggir jalan tersebut terjadi longsor kembali.

“Jalan ini satu-satunya kalau mau ke kampung (Tanjung Bungsu). Kalau jalan ini putus, ya kami sama-sama masyarakat lah mau tak mau yang harus gotong royong,” ungkap Jubir (40) salah seorang warga Tanjung Bungsu yang ditemui saat melintasi jalan tersebut, Rabu (31/08).

Dikatakannya, sebagaimana longsor pertama yang terjadi awal tahun lalu, masyarakat setempat bersama-sama membangun jembatan penyebrangan agar dapat dilalui untuk menuju Ibu kota Kabupaten, maupun untuk aktivitas lainnya.

“Kami selaku masyarakat sangat berharap jalan itu dilakukan perbaikan. Tapi, karna Pemerintah tidak ada dana ya kami harus bagaimana lagi. Semoga saja jalan itu tidak putus total,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Saim (50), menurutnya dibangun jalan darat seadanya tersebut dirinya sudah bersyukur, akan tetapi dirinya juga berharap jalan lintas satu-satunya itu dapat dilakukan peningkatan.

“Semoga saja tahun depan dapat diperbaiki, seperti berita yang kami dengar,” harapnya.

Selain jalan menuju Tanjung Bungsu yang hampir putus, jalan menuju Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur juga begitu parahnya. Pengendara diingatkan agar terus berhati-hati untuk menghindari kecelakaan. Pasalnya, jalan yang berlobang-lobang hingga memenuhi hampir seluruh tanjakan jalan itu sangat berbahaya.

Pantauan di lapangan, jalan yang begitu parahnya tersebut, memang dari terbentuknya Kabupaten Lingga hampir 13 tahun silam belum pernah dilakukan perbaikan. Wajar saja, jika masyarakat daerah tersebut mendambakan jalan yang lebih layak lagi.
Penulis : Wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here