Mampu Apa Tidak Aku Berbahasa Asing ?

0
636

DIAN FADILLAH,S.Sos
Ketua PKBM Suara Lampion PROV KEPRI

Dunia ini bersifat dinamais dan selalu berkembang. Semakin hari maka semakin tua pula kondisi nya seiring dengan serba kedinamisan permasalahan yang ada didalamnya. Manusia diminta harus selalu bertahan hidup dengan bereksistensi sekaligus berinovasi dengan tingkat kesulitan yang juga bervariasi dan semakin meningkat. Untuk mengantisipasi dunia saat ini langkah jitu yang harus diraih yaitu capable dalan foreign language.

Bukan hanya bahasa asing yang secara internasional Inggris saja yang digunakan tapi juga untuk semua Negara di dunia sebagai bahasa pergaulangan antar bangsa seperti Korea, Perancis, Jepang, Mandarin atau malahan bahasa Arab tentunya. Mengapa bahasa itu dianggap penting ? Menurut para ahli bahasa adalah Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) adalah “ Kemampuan yang dimiliki manusia untuk dipergunakan bertutur dengan manusia lainnya dengan tanda, misalnya kata dan gerakan dengan Kajian ilmiah terhadap bahasa itu sendiri yang disebut dengan Linguistik.

Nah sekarang mengapa kita perlu bahasa dalam kehidupan ini ? BAHASA merupakan sebuah komunikasi antara seseorang dengan orang lain sehingga terbentuklah sebuah interaksi yang melahirkan pemahaman antara keduanya. Bahasa dapat diibarat sebuah remote control yang dapat mengatur tentang kapan waktunya manusia tertawa, sedih, menangis, lemah, lunglai, letoy, semangat dan luar biasanya.

Bahasa sebenarnya dapat digunakan untuk membeikan suatu gagasan-gagasan ke dalam pikiran manusia.Coba kita pikir sebagai bangsa Indonesia .. Mengapa kita harus belajar bahasa Indonesia ? Alasannya utama nya adalah karena kita tahu betapa pentingnya sebuah bahasa dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahasa resmi dipakai di seluruh antero territorial Indonesia.

Kita sebagai warga Negara Indonesia pasti sadar sepenuhnya betapa banyaknya ragam bahasa di Indonesia. Keaneka ragaman bahasa yang dimiliki yakni bahasa orang-orang Sumatera, bahasa Jawa, sunda,Kalimantan dan bahasa lain yang memiliki bahasa sendiri. Dalam keragamaman bahasa itu menjadi kebanggaaan kita sebagai warga Negara Indonesia dengan tidak menghilangkan jadi diri sendiri sehingga jadi wajiblah kita belajar dan paham Bahasa Indonesia.

Sekarang kila lanjutkan pertanyaan mengapa pula kita haris memahami bahasa asing ? Sekarang kita ambil sebuah contoh kasus simple yang terkadang kita selalu alami dalam hidup pada saat seorang anak diajak oleh orangtua jalan jalan ke luar negeri ke Singapore, Thailand atau Hongkong. Selama dalam perjalanan sampai dengan kembali pulang ke tanah air pasti kita akan berhadapan dengan orang lain, apalagi kalau kita minat untuk memberli atau menawar sesuatu apalagi kalau ingin tahu informasi Negara yang dikunjungi … bagaimana mau menyampaikan kalau bahasanya saja tidak bisa.

Apa yang harus dilakukan ? mungkin hanya diam, malu tambah bengong. Merasa rugi apa tidak ? mana anak bapak dan ibuk yang cantik dan ganteng pada saat itu ? parahnya lagi bagaimana penilaian orangtua kamu pada saat itu ? pasti perasaan yang tidak enak bercampur semua. Orang tua akan merasa sedih kenapa anak saya tidak mampu bicara sedikitkan padahal kamu termasuk anak yang aktif dan nyerocos.

Yang dilihat orang tua adalah anaknya yang pendiam dan tidak membanggakan orangtua sedikitpun. Mengapa kita sebagai anak tidak bisa memberikan sedikit kebangggan kepada orang tua pada waktu itu padahal kita selalu merepotkan mereka selama ini. Apabila kita lihat dalam konteks kepariwisataan saat ini bahwa setiap kita dituntuk untuk meraih keinginan dengan mengejar ilmu pengetahuan dengan berkejar waktu yang sama yaitu 24 jam. Tidak ada kata tidak bisa yang ada hanya I’m Possible.

Itu bisa dilakukan dengan sedikitpun waktu yang kita punya apakah sore sekitar 1,5 jam ataupun 2 jam dengan belajar serius. Kesibukan siswa dalam Proses belajar mengajar di Sekolah, tugas sekolah tentunya diikuti dengan kegiatan ekskul di bidang seni budaya dan olahraga. Mana waktunya lagi pak buk ? Apabila diakal akalin pasti bisa. Kalau tidak terkejar sore bisa mengambil alternatifnya malam setelah maghrib untuk tetap belajar bahasa asing yang dibutuhkan.

Solusinya konkritnya adalah pergi ke tempat les atau kursus bahasa asing yang dekat dengan sekolah yang kamu sukai dan yakini mendapat ilmunya ( Kalau keuangan keluarga mencukupi maka bisa dengan les private mendatangkan cekgu nya ke rumah). Yakinlah … Pasti ada jalan kalau kamu mau dan niat belajar dengan konsekuensi capek.

Merupakan suatu aktivitas yang menyenangkan apabila kita dapat menikmati kesibukan diri kita untuk belajar agar kita tidak ada waktu untuk bergosip yang ujung-ujung nya bisa fitnah. Kepariwasataan yang bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Kalau di dikotomikan maka hal itu merupakan pembagian yang bervariasi dan saling berkesinambungan diantaranya mata rantai pariwisata akomodasi, obyek wisata, makan-minum, travel, airlines dan souvernir daerah.

Tidak tidak bisa menghindari Kunjungan demi kunjungan resmi ataupun tidak yang berdatangan saat ini. Pertanyaan pada diri kita masing-masing, Apakah kita siap untuk menghadapi situasi itu ? Apakah upaya persiapan yang harus dilakukan ? bagaimana kalau kita berkunjung kita Negara orang ? persiapan apa pula yang harus kita lakukan ? Tentunya tetap harus action dengan persiapan yang matang.

Kebutuhan apa yang urgent untuk disiapkan ? jadilah anak yang enerjik dan mampu menghadapi tantangan dalam kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Mereka (orangtua dan keluarga) menginginkan seorang anak muda yang powerful hadir dengan kehebatannya bahasanya dalam berbicara di depan umum apakah itu di wilayah Airport (bandara untuk pesawat terbang), Seaport (Pelabuhan untuk kapal dan ferry), Station (Stasiun untuk Kereta Api) ataupun terminal (untuk Bus), Swalayan atau tempat tempat lain yang ada aktivitas komunikasi public.

Menindak lanjuti “kebutuhan SDM’ di daerah untuk menghadapi Outbound tour sebagai perjalanan ke luar negeri apakah sebagai Pemandu Wisata yang muda dengan Kompetensi bahasa asing yang diinginkan diharapkan dapat menjadi ujung mata pisau yang tajam di luar negeri memberikan lowongan pekerjaan baru bagi pengangguran pengangguran yang bertambah. Saking komplitnya permasalahan ini sehingga itu berarti kita akan terangkat strata socialnya dari kemiskinan di tengah tengah masyarakat.

Bukan hanya untuk masyakat tempatan saja tapi juga untuk pendatang yang sudah lahir dan berbuat untuk perkembangan kelurga. Perkembangan bahasa itu harus melibatkan Lembaga Kursus Keterampilan dan Bimbel mata pelajaranan bahasa sehingga akan memiliki Kompetensi yang dapat diandalkan.

Apabila kita tidak mempersiapkan diri anak anak muda kita saat ini sesuai dengan kebutuhan, apakah untuk grammar, structure yang pasti dapat memiliki kemampuan dalam percakapan khususnya sehingga dengan perencanaan itu tentunya akan menjadi momentum penting untuk membuat pemanduan akan menjadi bermakna dengan ilmu yang diperoleh apakah sebagai Traveller ataupun visitor di Negara luar agar holiday yang dilakukan dapat bermakna untuk diri pribadinya sendiri, keluarga dan lingkungan.

Bicara kemampuan bahasa asing sangat mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan karena prosesnya yang cukup panjang. Kita tidak akan bisa berbicara panjang lebar mengenai suatu hal apa saja kalau lah bukan karena belajar prakterk dengan proses teori yang mendukung. Perjalanan yang dilakukan sambil guiding akan dapat dilakukan sambil refreshing sekaligus cuci mata yang bukan sekedar mencari makan dan minum saja.

Jalan-jalan yang dilakukan sambil bertugas memandu dalam perjalanan akan menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan dalam suatu kemasan kenangan yang never to forget. Hal itu semua merupakan penggabungan dalam harapan setiap kunjungan wisata outbound tour dalam ruang lingkup pribadi atau kelompok sebagai tourism destination tentunya mempunyai khasanah aset budaya yang sangat penting untuk di aplikasikan.

Diharapkan dengan itu semua kita dapat melakukan percepatan dengan melengkapi kekurangan bahasa yang dimiliki. Seiring dengan itu perkembangan kehidupan kota yang mengalami dinamika perkembangan disegala sector ekonomi ataupun social yang dapat memacu pemangku negeri untuk menyikapi permasalahan bahasa itu semua yang merupakan bagian dari salah satu daya tarik untuk bursa kerja yang kompetitif dan terseleksi secara proses recruitment.

Aku Cinta Indonesia ” dengan adanya keahlian Bahasa asing yang diikuti dengan pemahaman kopmetensi lulusan Sekolah diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan dan sekaligus mengurangi pengangguran dimana mana yang hari demi hari demikian besar. Dalam dunia pariwisata saat ini adalah penting kiranya peranan seorang yang memahami pemanduan wisata dengan kemampuan dan jam terbang yang tinggi dalam pemanduan wisata individu ataupun kelompok untuk wisata Inbound tour dan akan tertantang sebagai uji kemampuan dan jam terbang kompetensi untuk outbound tour disamping obyek wisata yang ada di sekitar sebagai fasilitas pendukung yang lain.

Kita memerlukan pejuang pariwisata muda yang bisa berada di garda depan dengan skill bahasa asing. Hal ini patut dijadikan sorotan, tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk diselesaikan mumpung masih ada waktu dan kesempatan. Kompetitif dan kompetensi diuji langsung untuk membuktikan hal itu strategi sehingga pariwisata Indonesia betul betul dapat meninkat dengan skill yang unggul dalam penangannya.

Kita berharap memiliki anak anak bangsa yang pintar berbahasa asing dapat memberikan manfaat bagi diri siswa, orangtua, guru dan sekolah dalam kepariwisataan secara total dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat dengan keanekaragaman budayanya sekaligus memiliki religi kuat sebagai dasar untuk mensukseskan secara nyata dengan nilai-nilai tradisi masyarakat yang kental dengan daerah dan ingatlah bahwa “Bahasa melambangkan jati diri bangsa”. Semoga bahasa asing bukan hanya disukai saja tapi dicintai untuk menciptakan enterpreneur baru di bidang Tourism.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here