Aksi unjuk rasa ratusan dosen dan pegawai PTN UMRAH di Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kamis (8/9). Foto : Eb

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– -Ratusan Dosen dan pegawai Perguruan Tinggi Negeri Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Kepulauan Riau menggelar Aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Kepri, Kamis (8/9). Mereka mempertanyakan Dana Hibah yang tidak kunjung diserahkan oleh Dinas Pendidikan.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan dosen dan pegawai UMRAH, akibat tarik ulur penandatanganan rekomendasi dana hibah yang tak kunjung terealisasi. Juru Bicara Aksi Winata Wira mengatakan, dosen dan pegawai UMRAH prihatin atas berlarut larutnya penyelesaian kebijakan penyaluran dana hibah UMRAH sebagaimana yg telah ditetapkan didalam perda nomor 1 tahun 2016 tentang APBD Kepri.

“Keprihatinan yang mendalam atas tidak dilaksanakan ketentuan administrasi yang seharusnya telah dilakukan oleh SKPD merupakan suatu sikap dan tindakan yang tidak profesianal dan subjektif bahkan dapat dikatagorikan sebuah kelalaian yang disengaja dalam menghambat pengengembangan UMRAH sebagai PTN baru di Provinsi Kepulauan Riau yang dibentuk berdasarkan undang-undang sebagai mana semangat terbentuknya aspirasi perjuangan provinsi Kepri,” ungkap Wira saat membacakan pernyataan sikap.

Untuk itu para dosen serta pegawai berharap kepada gubernur Kepri melaksanakan ketentuan kebijakan administrasi pelaksanaan hibah kepada UMRAH. Dalam perundang undang pemberian hibah dituangkan dalam NPHD oleh kepala daerah kepada penerima hibah sesuai dengan pasal 13  Permendagri nomor 32 tahun 2011.

Namun sayangnya para dosen dan pegawai UMRAH gagal bertemu dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang sedang berada diluar Kota. Para dosen dan pegawai akan dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Kepri pada Selasa (13/09) pekan depan.

 

Penulis : Eb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here