Foto : sito.com

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Rapat paripurna ke enam masa sidang ketiga tahun 2016 akhirnya berhasil menyepakati KUA PPAS APBD-P 2016. Untuk APBD-P Kepri mengalami pengurangan sebesar Rp18.601 miliar menjadi Rp3,008 miliar.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan bahwa saat ini Pemprov Kepri dan DPRD Kepri telah berusaha untuk melakukan efisiensi ditengah defisit anggaran. “Dibutuhkan komitmen bersama untuk bisa bersama-sama melakukan efisiensi agar angka defisit tidak terus melebar,” kata Jumaga saat paripurna Mou KUA PPAS APBD-P di ruang rapat paripurna DPRD Kepri, Rabu (28/9).

Diketahui, Saat ini tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (banggar) telah melakukan efisiensi belanja kegiatan SKPD sebanyak Rp251,720 miliar. Sedangkan dana hibah yang di rasionalisasi sebesar Rp32,510 miliar. “Adapun total efisiensi mencapai Rp284.231 miliar,” papar Jumaga.

Jumaga menambahkan, harus dilakukan Efisiensi agar menjaga postur anggaran Kepri sehat. Sebab, jika tidak, maka bencana defisit ini akan terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang.

Mengenai pendapatan, Pemprov Kepri tahun ini mendapat tambahan pendapatan sebesar Rp123.878 miliar. Angka itu didapat dari Dana BOS Rp 81,8 miliar, dana DAK Rp2,83 miliar dan pendapatan operasional RSUD sebesar Rp16,883 miliar.

Sementara itu, dana hibah berupa penyertaan modal dari pemerintah pusat sebesar Rp22,334 miliar, juga masuk dalam pendapatan tambahan. Dana-dana tersebut, kata Jumaga merupakan pendapatan non riil atau non tunai dimana dananya langsung dikembalikan ke pusat.

Dengan penandatangan KUA PPAS, DPRD segera menyampaikan nota keuangan pada 5 Oktober mendatang

 

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here