BINTAN, SIJORITODAY.com – – Pemerintah Kabupaten Bintan bersama BNN Provinsi Kepulauan Riau mengadakan sosialisasi Anti Narkoba sekaligus Tes Urine seluruh pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan di Aula Kantor Bupati Bintan Bandar Seri Bentan , Senin Pagi ( 17/10 ) .

Dalam kesempatan tersebut , Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kepri AKBP Ahmad Yani, mengatakan bahwa semaksimal mungkin  dirinya bersama jajaran BNN untuk memberantas peredaran Narkoba terutama di lingkungan Aparatur Negara . Ditambahkannya bahwa di Kabupaten Bintan masih dirasa belum bisa maksimal dikarenakan belum adanya Kantor Cabang BNN yang berdiri di Kabupaten Bintan .

” BNN terus melakukan pencegahan serta pemberantasan Narkoba di kalangan semua sektor , terutama di kalangan Aparatur Sipil Negara yang dirasa amat penting ” ujarnya .

Sementara itu , Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh BNN Provinsi Kepulauan Riau dalam memberantas Narkoba , untuk itu sebagai bentuk Komitmen Pemerintah Daerah mengajak agar semua Aparatur Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan untuk mengikuti serangkaian test anti narkoba seperti test urine mulai dari tingkat Bupati hingga staff pemerintahan .

” kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan terhadap bahaya Anti Narkoba dengan ikut serta terlibat dalam test urine , Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan juga  mendorong agar terbentuknya BNN di Daerah Kabupaten Bintan , dan untuk mewujudkan hal itu Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan juga siap menghibahkan lahan demi kelancaran tugas-tugas BNN ” ujarnya .

Setelah melalui tahap sosialisasi, terdapat 350 pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan yang dites Urine nya oleh BNN Prov Kepri.

 

Saat dilakukannya tes urine, kata Ahmad Yani, pihaknya menemukan pejabat Eselon II yang positif mengkonsumsi narkoba jenis Morfin.

“Ada satu yang positif morfin, namun setelah kita cek kepada yang bersangkutan ternyata ia sedang mengkonsumsi obat jantung,”katanya.

Kemudian dirinya menjelaskan, pejabat Eselon II yang menggunakan obat penyakit jantung memang mengandung morfin. Sebab, kandungan morfin pada obat tersebut disinyalir sebagai penghilang rasa nyeri/sakit.

“Dia menggunakan sebagai obat, jadi tidak ada penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh pejabat tersebut,” tegasnya.

Menurutnya ,Karena Narkotik boleh digunakan, karena di pergunakan sebagai obat tidak menjadi masalah.

Dirinya juga meminta kepada pejabat yang positif tersebut untuk menunjukkan obat jantung yang dikonsumsinya selama ini, sekaligus resep dokter yang menganjurkan pejabat itu mengkonsumsi obat yang mengandung morfin.

“Kita juga sudah meminta resep dokter, dan resep dokter itu ada,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here